| 0 comments ]

Memorandum of Understanding antara Universitas Andalas (Unand) dan United Nations University – International Institute for Global Health (UNU – IIGH) ditandatangani hari ini oleh Rektor Universitas Andalas Dr. Werry Darta Taifur, SE, MA dengan Direktur UNU-IIGH Tan Sri Dr. Muhammad Saleh Muhammad Yasin. MoU ini akan memposisikan Unand menjadi yang pertama di Indonesia dalam hal aplikasi program Casemix. Tujuannya adalah meningkatkan mutu pelayanan dan efisiensi pembiayaan layanan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Implementasi dari kerjasama ini telah dilakukannya pelatihan dibidang casemix pada tanggal 22-24 Maret 2012 lalu dan hari ini hingga 8 April 2012 diadakan lagi bagi mahasiswa program S2 dan S3 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Harapan Rektor setiap MoU yang telah ada dapat direalisasikan sehingga bermanfaat, seperti MoU Unand dengan UNU-IIGH .

Direktur UNU-IIGH mengatakan MoU ini merupakan realisasi dari LOI yang telah dilaksanakan 2 bulan yang lalu dengan beberapa komponen yaitu pendidikan S2 dan S3 bidang kesehatan masyarakat, pelatihan SDM pengelola Rumah Sakit dan peningkatan kapasitas staf peneliti pada Pusat Studi Casemix dan Ekonomi Kesehatan Unand.

Lebih jauh tentang UNU merupakan pusat pendidikan dan riset yang didirikan oleh PBB di Tokyo pada tanggal 5-9 Desember 2005 dan beberapa institutnya tersebar diseluruh dunia salah satu diantaranya adalah International Institute for Global Health (IIGH) yang bergerak dibidang kesehatan Masyarakat dan berkedudukan di Kuala Lumpur Malaysia. UNU-IIGH telah mengembangkan Software untuk Casemix sebagai alat implementasi reformasi pelayanan kesehatan masyarakat dan juga melakukan penyiapan SDM yang dilakukan dalam bentuk Pendidikan Degree dan pelatihan dalam pengelolaan Rumah Sakit dan Pelayanan Kesehatan.

Turut hadir dalam acara ini pimpinan, guru besar, pejabat struktural, staf pengajar program studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Sumber : Unand
Read More...

| 1 comments ]

Proses pelaksanan Snmptn tahun 2012 belum selesai tetapi perbincangan mengenai bagaimana kiranya pelaksanaan Snmptn 2013 sudah menghangat. Mungkin ini merupakan kabar baik makin tingginya perhatian masyarakat dan pemerintah terhadap keberlangsungan proses rekrutmen calon mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri. Sebenarnya Snmptn 2012 pun sudah lebih baik dari sebelumnya, selain wujud kepatuhan kepada negara, juga SNMPTN 2012 mengemban nilai yang lebih mulia.
Berikut kami sampaikan perbincangan tentang Snmptn 2013 yang kami rekap dan kami analisis dari berbagai sumber terpercaya.


Pola SNMPTN

Pola seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri atau SNMPTN mulai tahun 2013 akan berubah. Selama ini 60 persen kapasitas kursi yang tersedia di PTN diisi melalui jalur undangan dan jalur ujian tulis. Pola baru seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri yang mulai tahun 2013 hanya lewat jalur undangan masih perlu pembahasan. Perlu kesepakatan antara pemerintah dan perguruan tinggi negeri, terutama soal kuota peserta sesuai akreditasi sekolah.

Seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) mulai tahun 2013 tidak ada lagi ujian tulis. Dari kapasitas kursi yang tersedia di perguruan tinggi negeri (PTN), minimal 60 persennya melalui jalur undangan, sedangkan 40 persennya melalui jalur mandiri.

Pada prinsipnya, PTN menyetujui pola baru SNMPTN. Pola ini dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih giat lagi. Sekolah pun terdorong untuk meningkatkan akreditasinya supaya kesempatan siswanya besar.

Kuota siswa yang boleh diajukan sekolah untuk ikut SNMPTN jalur undangan disesuaikan akreditasi sekolah. Pada tahun 2012, sekolah dengan akreditasi A bisa mengirim 50 persen siswa terbaiknya. Sekolah berakreditasi B bisa mengirimkan 30 persen siswa terbaiknya dan sekolah berakreditasi C bisa mengirimkan 15 persen siswa terbaiknya. Adapun sekolah baru yang belum terakreditasi hanya bisa mengikutsertakan lima persen siswa terbaiknya mengikuti jalur undangan.

Para siswa yang dicalonkan sekolah harus memiliki prestasi terbaik dan konsisten. Hal itu ditunjukkan dari nilai rapor yang konsisten pada semester 3, 4, dan 5, terutama pada mata pelajaran yang masuk dalam ujian nasional.

Akhmaloka, Rektor Institut Teknologi Bandung, yang juga Ketua Bidang Penerimaan Mahasiswa Baru Majelis Rektor PTN Indonesia, menambahkan, soal kuota berdasarkan akreditasi perlu dievaluasi lagi.

”Jangan sampai nanti pesertanya terlalu sedikit. Sebab, tiap PTN punya cara penilaian tersendiri. Apalagi, siswa berprestasi biasanya menyasar PTN favorit. Jangan sampai nanti, PTN yang biasa di daerah-daerah kekurangan peminat,” kata Akhmaloka.

Keputusan menerima calon mahasiswa lewat SNMPTN jalur undangan sepenuhnya diserahkan kepada PTN. Umumnya, tiap PTN telah memiliki data dan peta prestasi SMA/SMK yang dilihat dari prestasi lulusan yang sebelumnya diterima.

Ahli evaluasi pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) S Hamid Hasan mengatakan, SNMPTN jalur undangan memang lebih konsisten karena menilai calon mahasiswa lebih menyeluruh. ”Ke depan, ini bisa memacu siswa agar belajar setiap saat, tidak hanya ketika mau UN,” ujar Hamid. Ia mengingatkan agar siswa dari daerah terpencil dan pedesaan tetap diprioritaskan. Sebab, siswa di daerah terpencil umumnya belum mendapatkan fasilitas dan layanan pendidikan yang baik seperti di perkotaan, padahal mereka juga punya potensi akademik.

Perihal Penghapusan Jalur Ujian Tulis SNMPTN 2013

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan akan menghapus jalur ujian tulis pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada 2013. Latar belakang kebijakan ini, selain guna melakukan efisiensi waktu dan anggaran, juga sebagai pelecut untuk memperkokoh nilai rapor dan menguatkan kredibilitas Ujian Nasional (UN).

"Tujuannya adalah integrasi pendidikan nasional. Nantinya calon mahasiswa tak perlu lagi melaksanakan dua kali ujian untuk masuk ke perguruan tinggi. Setelah lulus UN, para siswa langsung bisa dipromosikan sekolah untuk mengikuti SNMPTN jalur undangan," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud, Djoko Santoso, Senin (2/4).

Kebijakan tersebut membuat seleksi nasional sebanyak 60 persennya melalui jalur undangan saja. Sebelumnya, kuota 60 persen ini dibagi dua dengan jalur ujian tulis. Sedangkan 40 persen seperti tahun-tahun sebelumnya diserahkan kepada tiap tiap-tiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

"Tahun ini jalur undangan sudah mencapai 35 persen. Oleh karena itu tahun depan diharapkan bisa 60 persen sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 34 tahun 2010," katanya.

Djoko juga berharap kebijakan ini dapat dijadikan pelecut lebih untuk mewujudkan nilai rapor dan nilai UN yang kredibel. Seperti diketahui, jalur undangan ditentukan oleh nilai rapor dan nilai UN yang dikombinasikan. "Jika sudah berjalan tentu kita harus percaya pada nilai rapor dan UN," ujarnya.

SNMPTN 2013 Digratiskan

Penghapusan jalur ujian tulis pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada 2013 akan meringankan beban anggaran pendidikan dan bakal digratiskan. Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Djoko Santoso, dengan penghapusan SNMPTN tak perlu lagi mencetak naskah soal dan jawaban ujian tulis tersebut.

Tahun lalu, anggaran untuk menyelenggarakan SNMPTN mencapai sekitar Rp 30 miliar. "Nantinya, kebutuhan anggaran yang awalnya dialokasikan untuk mencetak naskah soal dan jawaban SNMPTN akan digeser untuk keperluan lain. Salah satunya rencana menggratiskan pendaftaran SNMPTN mulai 2013," kata Djoko, Senin (2/4).

Terkait penggratisan pendaftaran SNMPTN 2013, rencananya pemerintah akan menutup 100 persen biaya operasional SNMPTN. "Semua menjadi lebih hemat karena tidak ada biaya cetak. SNMPTN akan gratis karena pemerintah yang membayarnya," kata Djoko.

Tahun-tahun sebelumnya, peserta SNMPTN selalu dikenai biaya pendaftaran. Pada tahun 2012, setiap peserta jalur undangan dikenai biaya pendaftaran sebesar Rp 175 ribu. Sedangkan untuk jalur ujian tulis setiap peserta dikenakan biaya Rp 150 ribu untuk kelompok IPS dan Rp 175 ribu untuk kelompok IPC (IPA + IPS).

SNMPTN Perlu Prioritaskan Siswa di Daerah Terpencil

Seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang diubah hanya lewat jalur undangan tahun 2013 nanti perlu memprioritaskan siswa di daerah terpencil yang umumnya miskin. Sebab, mereka mendapatkan layanan pendidikan yang belum baik, sehingga perlu ada keberpihakan dari pemerintah.

"Sekolah berakreditasi A atau B yang bisa berpeluang lebih banyak siswa ke SNMPTN undangan biasanya kondisi sekolah memang bagus. Umumnya itu di perkotaan. Jangan siswa di daerah terpencil yang sebenarnya berpotensi tidak diprioritaskan," kata pengamat pendidikan dan ahli evaluasi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) S Hamid Hasan, Minggu (1/4/2012).

Hamid mengatakan, SNMPTN jalur undangan memang lebih konsisten karena menilai calon mahasiswa lebih menyeluruh. "Ke depan, ini bisa memacu siswaSMA/SMK belajar setiap saat, tidak hanya ketika mau UN. Kalau soal mark up nilai, PTN sudah punya sistem untuk mendeteksinya. Ke depan harus terus dikembangkan," kata Hamid.

Namun, Hamid mengingatkan agar siswa dari daerah terpencil dan pedesaan tetap diprioritaskan. Sebab, siswa di daerah terpencil umumnya belum mendapatkan fasilitas dan layanan pendidikan yang baik seperti di perkotaan, padahal mereka juga sebenarnya berpotensi akademik yang baik.

"Mesti ada prioritas dan jaminan, siswa dari daerah terpencil yang juga miskin bisa terjaring. Akereditasi sekolah kan dilihat juga dari kondisi sekolah. Jangan mereka yang sebenarnya berpotensi jika diberi fasilitas dan layanan pendidikan yang baik, tersisihkan," ujar Hamid.

Amril Muhammad, Sekretaris Jenderal Asosiasi Cerdas Istimewa dan Berbakat Istimewa Nasional, mengatakan sebenarnya pemerintah tidak perlu mengutak-atik pola penerimaan SNMPTN jalur undangan dan tuis. "Yang tulis tetap perlu juga. Kasihan, anak-anak lain yang mau mencoba SNMPTN jadi terbatas. Peluang yang ada hanya bisa lewat jalur mandiri, yang artinya ya tetap untuk orang yang berduit," kata Amril.



Read More...

| 0 comments ]

Kebijakan Pemerintah dengan Lima Tipe Soal UN harus kita akui merupakan sebuah peningkatan upaya dalam mencegah tindakan mencontek siswa dalam satu ruangan kelas, kemungkinan untuk contek menyontek antara peserta UN diminimalisir. Adapun masalah tindakan menyontek antarkelas itu sangat terkait dengan kedisplinan Tim pengawas independen yang dibentuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Kebijakan Lima Tipe Soal UN 2011 merupakan sebuah langkah yang sangat menjanjikan untuk mengurangi tingkat kecurangan dalam pelaksanaan Ujian nasional.

Pada tahun 2012 kebijakan lima Tipe Soal juga diterapkan pada Snmptn Tertulis. Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Djoko Santoso menyebutkan, bukan hanya UN yang menggunakan lima tipe soal berbeda pada satu ruangan. Peserta SNMPTN jalur tertulis juga diberikan lima paket soal berbeda di tiap kelas.

"Soalnya benar-benar berbeda antara satu tipe dengan tipe lainnya. Namun tingkat kesulitan masing-masing tipe soal sama," kata Djoko.


Sementara mengenai pembatasan tahun kelulusan peserta SNMPTN, lanjutnya, bukan bertujuan untuk menangkal terjadinya kecurangan ketika ujian berlangsung. Menurutnya, pembatasan ini dilakukan untuk membuat skala prioritas.

"Pembatasan peserta SNMPTN, yakni maksimal lulusan tahun lalu, memang bukan dimaksudkan untuk menangkal terjadinya kecurangan. Tapi, untuk memprioritaskan kesempatan anak-anak yang lulus tahun tersebut masuk PT," ujarnya menjelaskan.

Dia menyatakan, setelah memprioritaskan pelajar lulusan tahun ini, maka selanjutnya peluang diberikan bagi lulusan tahun sebelumnya. "Setelah mendahulukan anak-anak yang lulus tahun ini, baru kemudian memberikan kesempatan kepada mereka yang lulus tahun sebelumnya," tutur Djoko.

Semoga saja kebijakan Pemerintah untuk membuat 5 (lima) tipe soal baik dalam Snmptn atau Ujian Nasional bisa berjalan dengan baik, Amin Yaa Rabbal Alamin.
Read More...

| 0 comments ]

Wacana penghapusan Ujian Tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) menimbulkan kontroversi dan meresahkan banyak pihak. Meski demikian, rencana yang akan diterapkan pada 2013 ini belum final. Para rektor perguruan tinggi negeri (PTN) tengah mengkaji konsep integrasi SNMPTN dengan ujian nasional (UN) tersebut. Demikian penjelasan dari Sekretaris Panitia Pusat SNMPTN Jalur Undangan Sugeng P Harianto.

Sugeng P Harianto yang juga menjabat Rektor Universitas Lampung (Unila) ini mengimbuhkan, kajian yang dilakukan para rektor sesuai dengan instruksi Majelis Rektor PTN Indonesia.

"Hal itu ditujukan untuk mengetahui apakah hasil ujian nasional berbanding lurus dengan hasil SNMPTN tulis yang selama ini diselenggarakan," kata Sugeng seperti dikutip dari situs Unila, Kamis (22/3/2012).

Kajian, kata Sugeng, dilakukan pada hasil SNMPTN Ujian Tulis selama empat tahun terakhir. Jika hasil kajian menunjukkan keselarasan hasil UN dengan SNMPTN, maka wacana penghapusan Ujian Tulis SNMPTN pun layak ditindaklanjuti. Tetapi jika hasilnya justru sebaliknya, rencana ini sebaiknya tidak dipaksakan.

Rektor juga akan menilai para siswa dalam analisa tersebut. Menurut Sugeng, hasil UN memiliki grafik yang sama dengan grafik SNMPTN jika memperlihatkan data siswa yang memiliki nilai UN baik terbukti lulus SNMPTN.

"Akan tetapi jika dalam grafik tergambar bahwa siswa yang memiliki nilai tinggi di UN namun ternyata dalam SNMPTN nilainya jeblok, maka tidak mungkin nilai hasil UN diintegrasikan dalam SNMPTN," ujar Sugeng.

Bagaimana Solusinya?

Ketua Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 Akhmaloka menyebut berpendapat setidaknya ada dua kemungkinan solusi jika SNMPTN Jalur Ujian Tulis jadi dihapus.

  1. Pertama, masing-masing PTN dipersilakan menyelenggarakan ujian mandiri masing-masing.


  2. Kemungkinan kedua adalah seluruh Indonesia bersepakat melaksanakan ujian tulis secara bersama-sama.


Demikian kata Akhmaloka di Gedung Ditjen Dikti Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (15/3/2012)

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menambahkan, pada kemungkinan kedua, ujian tertulisnya nanti akan melibatkan konsorsium perguruan-perguruan tinggi. Pelaksanaannya pun tidak lagi di masing-masing kampus, tetapi secara bersama-sama melalui Majelis Rektor Perguruan Tinggi Indonesia.

"Jadi, ini jalur mandiri tapi secara nasional. Di luar pemerintah melalui Majelis Rektor Perguruan Tinggi Indonesia. Kemungkinan besar ITB akan mengambil pilihan ini," ujarnya.(
Read More...

| 0 comments ]

Universitas Terbuka adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ke-45 di Indonesia yang menerapkan sistem belajar terbuka dan jarak jauh. Sistem belajar ini terbukti efektif untuk meningkatkan daya jangkau dan pemerataan kesempatan pendidikan tinggi yang berkualitas bagi semua warga negara Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di daerah-daerah terpencil, baik di seluruh nusantara maupun di berbagai belahan dunia. Sistem Pembelajaran UT menerapkan sistem belajar jarak jauh dan terbuka. Istilah jarak jauh berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modulBuku Materi Pokok, Bahan Ajar Cetak ) maupun non-cetak (audio/video, komputer/Internet, siaran radio dan televisi). Makna terbuka adalah tidak ada pembatasan usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, dan frekuensi mengikuti ujian. Batasan yang ada hanyalah bahwa setiap mahasiswa UT harus sudah menamatkan jenjang pendidikan menengah atas (SMA atau yang sederajat).

Kuliah jarak jauh dan terbuka di Indonesia masih dianggap cocok untuk orang tua dan di daerah pedesaan. Untuk itu, Universitas Terbuka yang merupakan perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh milik pemerintah mulai fokus menggarap anak-anak muda dan penduduk di perkotaan.

"Kuliah jarak jauh masih belum dikenal anak-anak muda. Karena anak-anak muda biasanya memburu PTN lewat jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri atau SNMPTN," kata Rektor Universitas Terbuka (UT) Tian Belawati di Jakarta, Minggu (11/3/2012).

Oleh karena itu, mulai tahun 2013 UT mulai bergabung dalam PTN yang melakukan seleksi mahasiswa baru lewat jalur SNMPTN. Cara ini untuk lebih menjaring banyak lulusan SMA memilih kuliah secara terbuka dan jarak jauh.

"Meskipun jalur masuk lewat SNMPTN, perkuliahan tetap seperti yang dilakukan UT. Perkuliahan di UT biasanya bekerja sama dengan perguruan tinggi setempat. Perkuliahan tatap muka Sabtu-Minggu," ujar Tian.
Read More...

| 0 comments ]

Sekretaris Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Rochmat Wahab mengatakan, tidak menolak kebijakan pemerintah yang menghapus jalur ujian tulis pada SNMPTN 2013 mendatang. Akan tetapi, Rochmat menegaskan, seluruh proses yang dilakukan dalam menentukan penerima jalur undangan harus mengedepankan asas berkeadilan.

"Kita tidak menolak. Tapi semua harus mengedepankan fairness," kata Rochmat, di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Kamis (15/3/2012).

Dengan dihapuskannya SNMPTN jalur ujian tertulis, maka akses masuk PTN hanya menyisakan dua jalur penerimaan yaitu jalur undangan dan jalur ujian mandiri.

Jalur undangan ditentukan berdasarkan nilai rapor siswa dan hasil ujian nasional (UN). Dalam proses seleksi ini, kriteria sekolah juga turut memengaruhi jumlah siswa yang berhak menerima jalur undangan. Adapun, jalur ujian mandiri merupakan kebijakan yang diatur oleh masing-masing PTN.

Rochmat mengusulkan tiga hal yang harus diperhatikan agar penentuan penerima jalur undangan dapat dilaksanakan dengan adil, yaitu mengevaluasi kembali nilai rapor berdasarkan kriteria sekolah, mengubah norma UN, dan memberikan akses lebih kepada siswa yang memiliki bakat khusus.

Evaluasi nilai rapor, menurutnya, perlu dilakukan karena setiap sekolah memiliki kriteria yang berbeda. Untuk itu, pemerintah harus membuat sistem untuk mendukung langkah tersebut.

"Nilai rapor siswa itu bisa dibedakan berdasarkan kriteria sekolahnya. Nilai 9 di sekolah bagus, tentu berbeda dengan nilai 9 di sekolah standar," ujar Rochmat.

Sementara, terkait norma UN, Rachmat berpendapat, akan lebih baik jika hasil UN disajikan dalam bentuk skor dan bukan sekadar lulus atau tidak lulus. Alasannya, hal itu akan menciptakan hasil UN yang lebih kredibel. Sebab, berdasarkan pengalaman penyelenggaraan UN di tahun-tahun sebelumnya, hasil UN dapat dibedakan berdasarkan zona pelaksanaannya.

"Saya lebih suka memainkan skor ketimbang lulus atau tidak. Itu akan lebih kredibel, membedakan antara white zone, blue zone, dan black zone," ungkapnya.

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini menambahkan, pemerintah juga harus memberikan akses lebih kepada siswa yang memiliki bakat khusus. Siswa-siswa tersebut tidak harus memenuhi porsi akademik untuk mendapatkan jalur undangan.

"Harusnya ada prosedur khusus untuk mereka," kata Rochmat.
Read More...

| 0 comments ]

Upaya Universitas Riau (Unri/UR) dalam meningkatkan sumber daya manusia terus berlanjut. Terlihat, diawal tahun 2012 UR kembali memfollow up kerjasama dengan pemerintah daerah. Kerjasama dengan kabupaten dan kota bertujuan untuk membantu pemerintah dalam pengembangan pendidikan di daerah. Demikian disampaikan Pembantu Rektor IV, Dr H Adhy Prayitno M Sc, kepada UR News, Rabu (22/2) lalu.

"Kita ingin bantu pemerintah daerah mengembangkan pendidikan di daerahnya. Setelah kita fasilitasi, secara teknis kerjasama itu akan dilakukan oleh masing-masing fakultas sesuai bidangnya," ungkap Adhy.

Seperti kerjasama yang sudah berjalan saat ini dibeberapa daerah. Kerjasama dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan kompetensi guru. Secara teknis, kerjasama ini dilakukan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) seperti penyesuaian kurikulum, bagaimana membuat bahan ajar dan sebagainya.

Saat ini, tambah Adhy, UR sedang proses menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Kota Dumai dibidang Kemaritiman. "Kita sekarang sedang menjajaki kerjasama D3 Kemaritiman, seperti dalam bidang pelayaran, pengelolaan kawasan pesisir, managemen pelabuhan dan sebagainya," tambah PR IV ini.

Selain kerjasama yang disebutkan tadi, masih ada lagi kerjasama di tahun 2012 ini. Seperti kerja sama dengan angkatan laut, kepolisian serta kerjasama dengan perusahaan percetakan. Walaupun begitu, Adhy menyebutkan saat ini masih sedang proses.
Read More...

| 0 comments ]

Pendaftaran Snmptn Jalur Undangan oleh Kepala Sekolah yang dimulai tanggal 1 Februari pukul 08.00 WIB telah ditutup hari Jumat tanggal 2 Maret 2012 pukul 18.00 WIB ( Penutupan mundur sekitar 2 hari dari jadwal yang disusun yaitu 29 Februari 2012 pukul 22.00 WIB, hal ini disebabkan masih terdapat sejumlah sekolah yang belum menyelesaikan proses pendaftaran secara tuntas sampai finalisasi rekomendasi (mendapatkan no pendaftaran dan password untuk siswa yang telah diberi rekomendasi). Bagi sekolah tersebut di atas diberi kesempatan untuk menyelesaikan pendaftaran sampai tuntas paling lambat hari Jumat tanggal 2 Maret 2012 pukul 18.00 WIB.) Sedangkan Pendaftaran Snmptn Jalur Undangan oleh siswa yang rencananya ditutup hari ini Rabu tanggal 8 Maret 2012 pukul 22.00 WIB (pukul 10 malam WIB) diperpanjang. Kabar baik dari panitia bahwa Pendaftaran Snmptn Jalur Undangan oleh siswa diperpanjang Sampai 10 Maret 2012 sebagaimana yang diberikan pada Pendaftaran Snmptn Jalur Undangan oleh Kepala Sekolah (data resmi dari Sekretaris SNMPTN 2012 Rochmat Wahab /Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini kemarin. Tapi mohon dicatat bahwa perpanjangan tersebut bukan untuk pendaftaran baru, melainkan toleransi bagi peserta yang sudah bayar tapi belum memasukan berkasnya. Kami menyampaikan beberapa hal penting yang harus diperhatikan kembali sehubungan Pendaftaran Snmptn Jalur Undangan, silakan simak infonya.

Ketentuan Umum dan Persyaratan


1.1. Ketentuan Umum

1. Jalur Undangan ialah mekanisme seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik tanpa ujian tertulis dan/atau keterampilan.
2. Jalur Undangan tidak termasuk jalur penelusuran minat dan bakat.
3. Sekolah yang berhak mengikuti Jalur Undangan adalah sekolah yang diundang oleh Panitia SNMPTN. Daftar sekolah yang diundang dapat dilihat di laman resmi SNMPTN Jalur Undangan (http://undangan.snmptn.ac.id).
4. Sekolah yang belum masuk dalam daftar undangan dapat mengajukan permohonan tertulis kepada Ketua Panitia SNMPTN 2012 dengan menyertakan profil sekolah.
5. Siswa yang dapat mengikuti seleksi adalah siswa yang didaftarkan oleh Kepala Sekolah masing-masing.
6. Siswa pelamar wajib membaca ketentuan yang berlaku pada masing-masing PTN di laman PTN yang dipilih.

1.2. Persyaratan Sekolah
Sekolah yang berhak mengikuti Jalur Undangan adalah:

1. SMA/SMK/MA/MAK Negeri maupun Swasta yang terakreditasi oleh BAN-SM atau lainnya dan/atau terdaftar pada basis data SNMPTN 2011, termasuk sekolah RI di luar negeri.
2. Sekolah yang menyelenggarakan dan/atau mengikuti Ujian Nasional.

1.3. Persyaratan Siswa Pelamar
1.3.1. Pendaftaran
a. Siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas terakhir yang akan mengikuti UN pada tahun 2012.
b. Memiliki prestasi akademik tinggi dan konsisten berdasarkan pemeringkatan oleh Kepala Sekolah, yaitu: siswa yang masuk dalam peringkat terbaik di sekolah yang sama (bukan siswa pindahan) pada semester 3, 4, dan 5 dengan ketentuan berdasarkan akreditasi (akreditasi sekolah untuk SMA dan MA atau akreditasi jurusan/bidang keterampilan untuk SMK dan MAK), dengan rincian sebagai berikut:

1. Akreditasi A: 50% terbaik dan konsisten di semester 3, 4,dan 5
2. Akreditasi B : 30% terbaik dan konsisten di semester 3, 4,dan 5
3. Akreditasi C : 15% terbaik dan konsisten di semester 3, 4,dan 5
4. Lainnya: 5% terbaik dan konsisten di semester 3, 4,dan 5

Pemeringkatan dilakukan sesuai dengan jurusan IPA, IPS, atau Bahasa berdasarkan nilai mata pelajaran yang diujikan dalam UN tahun 2012. Persentase terbaik tersebut di atas dihitung berdasarkan jumlah siswa kelas XII di masing-masing sekolah
c. Memperoleh rekomendasi dari Kepala Sekolah.
d. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di perguruan tinggi.
e. Tidak buta warna bagi program studi tertentu.

1.3.2. Penerimaan
Lulus dari Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional, lulus seleksi Jalur Undangan SNMPTN 2012, sehat, dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN penerima.


Jadwal Kegiatan



1. Pendaftaran oleh Kepala Sekolah: 1 Februari pukul 08.00 WIB s.d. 29 Februari 2012 pukul 22.00 WIB (2 Maret 2012)
2. Pendaftaran oleh Siswa: 1 Februari pukul 08.00 WIB s.d. 8 Maret 2012 pukul 22.00 WIB
3. Pengumuman Hasil Seleksi: 28 Mei 2012 pukul 18.00 WIB
4. Pendaftaran Ulang yang Lulus Seleksi: 12 s.d.13 Juni 2012

Mekanisme Seleksi


a. Proses seleksi dilakukan dalam dua tahap, yaitu:

1. Tahap pertama, siswa pelamar akan diseleksi di PTN pilihan pertama berdasarkan urutan pilihan program studi pada PTN pilihan pertama.
2. Tahap kedua, apabila siswa pelamar tidak terpilih pada PTN pilihan pertama, maka akan diikutkan pada seleksi tahap kedua di PTN pilihan kedua berdasarkan urutan pilihan program studi pada PTN pilihan kedua.

b. Ketentuan lebih lanjut mengenai mekanisme seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN Jalur Undangan diatur dan ditetapkan oleh masing-masing PTN yang dipilih siswa pelamar.

Informasi Lainnya


Segala perubahan ketentuan yang berkaitan dengan pelaksanaan SNMPTN Jalur Undangan Tahun 2012 akan diinformasikan melalui laman SNMPTN http://undangan.snmptn.ac.id dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Prosedur Operasional Baku (POB) SNMPTN Tahun 2012.
Read More...