Showing posts with label ITB. Show all posts
Showing posts with label ITB. Show all posts

| 0 comments ]

Panitia Pelaksana Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 kembali melaksanakan sosialisasi kebijakan dan teknis SNMPTN pada Kamis (23/02/12). Acara ini dihadiri oleh perwakilan Sekolah Menengah Atas (SMA), orang tua siswa, dan beberapa siswa/siswi SMA sekitar Bandung. Pada agenda yang sudah dilaksanakan dua kali ini dijelaskan teknis pelaksanaan SNMPTN dan juga pengenalan program studi di ITB.

Pada sosialisasi tersebut dijelaskam mengenai ketentuan-ketentuan pendaftaran SNMPTN 2012, karena selama ini banyak pendaftar SNMPTN Jalur Undangan yang tidak memenuhi ketentuan, misalnya untuk pas foto resmi. "Jika foto yang digunakan tidak sesuai peserta bisa rugi, bahkan terancam dicoret saat ujian," ungkap Dr. Ir. Mindriany Syafila, Direktur Pendidikan ITB.

Hal-hal teknis lain yang perlu diperhatikan adalah persyaratan-persyaratan kesehatan. "Perlu diperhatikan jurusan-jurusan mana saja yang mensyaratkan bebas buta warna. Karena ketika sudah mendaftar dan diterima ternyata diketahui buta warna, maka akan dicoret. Begitu juga dengan kondisi kesehatan lainnya karena berkaitan dengan kegiatan akademik dan kegiatan lainnya di kampus," tegas Mindriany.

Salah satu pengunjung, Intan Nuni Wahyuni mengatakan, "Acara ini sangat bagus untuk menyosialisasikan sistem SNMPTN 2012. Banyak pihak sekolah yang masih belum paham sehingga acara ini akan sangat bermanfaat." Intan yang juga alumni Indonesia Mengajar ini juga berharap agar ITB sebagai penyelenggara dapat terjun langsung ke lapangan untuk menyosialisasikan sistem dan teknis SNMPTN.

Mengenai jalur informasi, ITB sebagai panitia pelaksana SNMPTN 2012 menyediakan berbagai layanan seperti call center di 0804145450, twitter @2012snmptn, grup facebook http://facebook.com/groups/snmptn atau di help desk online http://halo.snmptn.ac.id

Penerimaan Mahasiswa ITB

Wakil Rektor Bidang Komunikasi dan Kemitraan Alumni ITB Prof. DR. Hasanuddin Zainal Abidin pada sambutannya mengungkapkan bahwa untuk masuk ITB tidak perlu khawatir dengan biaya karena biaya tidak termasuk komponen seleksi dan juga banyak beasiswa dan subsidi yang diberikan.

ITB sendiri pada 2012 ini menerima 100 persen mahasiswanya melalui SNMPTN. Komposisinya, 60 persen lewat Jalur SNMPTN Undangan sedangkan 40 persen sisanya melalui SNMPTN tertulis. "Ada pengecualian untuk penerimaan di FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Desain), komposisinya 20 persen untuk SNMPTN Undangan sedangkan 80 persen sisanya untuk SNMPTN Tertulis. Hal ini terkait tes minat dan bakat," jelas Mindriany.

Beberapa pembaruan terjadi pada penerimaan mahasiswa ITB. Ada dua program studi tambahan untuk Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) yaitu program studi Rekayasa Pertanian dan Rekayasa Kehutanan. Selain itu pembaruan juga terdapat pada ditiadakannya program kemitraan yang pada 2011 masih diberlakukan.

Walaupun program kemitraan sudah tidak diberlakukan, pendaftar SNMPTN Undangan pada beberapa program studi seperti Astronomi (FMIPA), Oseanografi (FITB), Meteorologi (FITB), Rekayasa Pertanian (SITH) dan Rekayasa Kehutanan (SITH) akan dipertimbangkan untuk diterima langsung bila memenuhi kualifikasi yang disyaratkan ITB.
Read More...

| 0 comments ]

Sesuai dengan keputusan Pimpinan ITB, ITB melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana secara nasional bersama dengan seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia, melalui sistem Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Informasi mengenai pelaksanaan SNMPTN 2012 dapat diperoleh di situs http://www.snmptn.ac.id/.

Sesuai dengan keputusan Jajaran Pimpinan Institut Teknologi Bandung, pada tahun 2012, ITB hanya menerima mahasiswa baru program sarjana melalui kegiatan SNMPTN 2012, baik melalui SNMPTN 2012 – Jalur Undangan maupun SNMPTN 2012 – Jalur Ujian Tulis. Seleksi penerimaan mahasiswa baru tersebut dilaksakan secara nasional, oleh suatu panitia terpusat yang diberi mandat oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).

Sehubungan dengan hal tersebut di atas mulai tahun 2012, ITB meniadakan program seleksi dan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Kemitraan Nusantara ITB (KN-ITB). Bagi calon mahasiswa yang berasal dari Perusahaan/Instansi/Pemerintah Daerah yang berminat untuk melanjutkan pendidikannya di ITB, dipersilakan untuk mengikuti SNMPTN 2012.

Sumber resmi : Website Institut Teknologi Bandung (ITB/www.itb.ac.id)
Read More...

| 0 comments ]

Anda tentunya telah belajar kimia sejak di SMA atau bahkan di SMP. Biasanya ilmu kimia identik dengan berbagai reaksi kimia. Apa yang akan Anda pelajari di Prodi Kimia? Mari kira lihat bersama. Ilmu kimia terkait erat dengan kehidupan manusia sehari-hari. Mulai dari urusan sandang dan pangan, bahan bakar, obat-obatan sampai bahan konstruksi bangunan, bahan industri elektronik dan bahan produk melibatkan ilmu kimia. Bahan- bahan tersebut sebagian besar tidak diperoleh langsung dari alam tetapi merupakan hasil pengolahan atau hasil sintesis dengan menggunakan ilmu kimia. Di prodi Kimia Anda akan belajar tentang molekul yaitu dari komposisi, struktur dan susunannya yang memberikan sifat tertentu.

Juga dipelajari interaksi dengan molekul lain baik yang sejenis maupn molekul lain sehingga dapat diprediksi sifatnya dan pemanfaatannnya untuk umat manusia. Jadi singkatnya ilmu kimia mengkaji perilaku dan interaksi materi pada tingkat molekul. Berdasarkan jenis materi yang dikajinya maka ilmu kimia dapat dibedakan menjadi kimia anorganik, dan kimia organik dan serta biokimia. Semua bidang kimia ini menggunakan teknik-teknik dan metoda analisis yang dikembangkan oleh bagian kimia analitik. Sedangkan bagian kimia fisika mengembangkan ilmu kimia, baik secara praktis maupun teoritis, untuk memahami kaitan antara komposisi, susunan, struktur dan kandungan energi materi sampai pada tingkat atomik / molekuler terhadap sifat-sifat fisikokimia materi tersebut. Kajian kimiawi suatu senyawa diawali dengan proses pemisahan dan pemurnian. Dewasa ini untuk keperluan pemisahan ini antara lain dilakukan dengan cara khromatografi gas, khromatografi cair bahkan mulai memanfaatkan peralatan HPLC (High Performance Liquid Chromatography), Sedangkan penentuan struktur kimia suatu senyawa dilakukan dengan mengolah data informasi yang diperoleh dari hasil pengukuran berbagai cara spektroskopi dan NMR (Nuclear Magnetic Resonance). Sedangkan di bidang biokimia disediakan fasilitas bagi yang ingin meneliti segala sesuatu tentang sifat kimia senyawa-senyawa yang berperan dalam tubuh makhluk hidup, misalnya: bagaimana cara mengambil gen dari sel-sel bakteri, memotong gen tersebut, kemudian merubahnya sesuai dengan keinginan (rekayasa genetika). Dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas di atas, Anda akan dapat mengembangkan ilmu kimia menuju wilayah-wilayah teknologi baru, seperti nanoteknologi, bioteknologi, dan teknologi material. Namun, untuk mengembangkan teknologi-teknologi baru tersebut, ilmu kimia tidak dapat berdiri sendiri. Jika ingin mengembangkan bioteknologi, perlu kerjasama dengan biologi dan kedokteran. Program Studi Kimia pun sering sekali bekerja sama dengan Prodi Teknik Kimia dalam bidang penelitian, khususnya yang terkait dengan pembuatan katalis karena katalis memang sangat banyak dan sangat penting digunakan dalam industri-industri kimia.

Sumber :

  • www.enersi.com

  • www.itb.ac.id


Read More...

| 0 comments ]

Astronomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang benda-benda langit. Apakah Astronomi sama dengan astrologi? Ups, Anda sudah salah besar. Astronomi memang mempelajari benda langit tapi bukan untuk meramal keuangan apalagi cinta. Astronomi berasal dari pemikiran orang-orang yang memikirkan bagaimana alam semesta ini terbentuk. Secara garis besar, Astronomi memakai ilmu matematika dan fisika agar segala peristiwa yang terjadi di ruang angkasa tidak hanya dapat diamati tapi juga dapat dimengerti dan dimodelkan. Selain matematika dan fisika, pengembangan perangkat lunak, pemrograman, analisis model, dan statistika juga digunakan dan dilakukan di sini.

Program studi Astronomi sendiri terdiri atas tiga bidang keahlian yaitu Tata Surya, Fisika Bintang, serta Galaksi dan Kosmologi. Pada proses perkuliahannya Anda akan mendapatkan banyak ilmu yang menarik seperti pada kuliah Lintasan Satelit yang lebih mengarah pada Astronautika, Pengantar Instrumentasi Astronomi yang memperkenalkan kemajuan teknologi instrumentasi dalam Astronomi, dan Sistem Kalender yang nantinya dapat digunakan juga untuk penentuan hilal, yaitu penentuan awal bulan pada sistem penanggalan Islam. Pada bidang Tata Surya, Anda akan mempelajari sistem tata surya beserta ”anggota keluarga” nya. Termasuk juga diantaranya adalah planet, asteroid, planet kerdil, dan lain-lain. Dari pengetahuan tentang planet dapat diturunkan lagi ilmu-ilmu lain, diantaranya komposisi atmosfer planet dan satelit-satelitnya, hingga pencarian planet-planet di luar tata surya yang bisa dihuni. Pada bidang Fisika Bintang kita mempelajari evolusi bintang, bagaimana bintang terbentuk dari lahir hingga mati, serta bagaimana spektrum bintang. Galaksi dan Kosmologi mencakup komposisi dan bentuk galaksi, materi antar bintang, quark hingga pengembangan alam semesta. Proses perkuliahan di program studi Astronomi ITB juga didukung oleh keberadaan Oservatorium Bosscha sebagai laboratorium Astronomi yang sudah berdiri sejak 1928. Laboratorium bagi mahasiswa Astronomi sendiri sebenarnya adalah ruang angkasa yang tak terbatas dan tak terjamah tangan. Dari situ kita bisa menurunkan data yang tadinya hanya bisa diamati menjadi bisa dihitung, hebat bukan?.

Sumber :

  • www.enersi.com

  • www.itb.ac.id


Read More...

| 0 comments ]

Matematika sering disebut sebagai ibu sekaligus pelayan ilmu pengetahuan. Disebut sebagai ibu ilmu pengetahuan karena matematika merupakan salah satu ilmu pengetahuan dasar yang merupakan sumber dari ilmu pengetahuan terapan. Dikatakan pelayan karena matematika sering dipakai untuk membantu mempermudah penyelesaian permasalahan yang ada di dalam ilmu-ilmu lainnya. Sejak pertama kali menuntut ilmu di SD kita telah dihadapkan dengan persoalan matematika yang sifatnya dasar dan sederhana.

Mulai dari hitungan aritmatika sampai kepada penyelesaian permasalahan-permasalahan dengan menggunakan sifat-sifat aljabar seperti komutatif, asosiatif dan sifat lainnya. Di Institut Teknologi Bandung studi matematika dititik beratkan pada bagaimana caranya seseorang dapat menyederhanakan permasalahan yang ada di alam sekitarnya menjadi sebuah model matematika sehingga mempermudah untuk menemukan solusi dari permasalahan tersebut. Untuk bisa memodelkan sebuah fenomena alam dan sosial dari yang sederhana sampai ke permasalahan yang lebih rumit maka di program studi matematika ITB Anda akan dibekali dengan dasar-dasar yang dibutuhkan oleh seorang matematikawan untuk penyelesaian permasalahan. Contohnya saja, kita melihat kemacetan lalu lintas yang terjadi di sekitar kita, fenomena kemacetan lalu lintas tersebut ternyata bisa kita modelkan dengan model matematika. Selanjutnya, Anda akan dapat menentukan penyelesaian optimal dari kemacetan lalu lintas tersebut, misalnya dengan menambah lamanya lampu merah menyala, dan lain-lain. Tidak hanya kajian-kajian dasar matematika yang akan didapatkan. Banyak bidang kajian pilihan menarik yang bisa diambil, contohnya adalah bidang matematika keuangan, di sini diperlukan pengetahuan tentang statistika serta kalkulus yang lebih lanjut. Seorang yang mendalami bidang ini nantinya bisa menjadi analis di bidang industri keuangan. Contoh lainnya adalah kajian aljabar tingkat lanjut ternyata sangat berperan dalam bidang sistem keamanan teknologi informasi yang ditunjang dengan kajian dalam bidang matematika diskrit dan kombinatorik. Jadi tidak benar bahwa paradigma seseorang yang mengambil studi di matematika nantinya hanya akan menjadi dosen atau pengajar. Fakta menujukkan bahwa sebagian besar lulusan Program Sarjana Matematika ITB berkiprah dan bekerja di luar dunia pendidikan. Dalam Program Sarjana Matematika ITB, seseorang lebih diarahkan untuk dapat menciptakan solusi permasalahan dari fenomena-fenomena kehidupan dengan menyederhanakan permasalahan tersebut menjadi model matematika.

Sumber :

  • www.enersi.com

  • www.itb.ac.id


Read More...

| 0 comments ]

Fisika merupakan salah satu pilar utama ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan pemahaman mengenai fenomena alam serta kemungkinan aplikasinya dalam meningkatkan kesejahteraan hidup umat manusia. Pada program studi ini, Anda akan mempelajari berbagai hal ditinjau dari aspek fisisnya. Sebagai contoh, dalam fisika dipelajari tentang gelombang, sifatnya, perilaku gelombang, dan contoh dalam peristiwa sehari-hari, misalnya: mengapa ketika Anda menekan tombol remote control, saluran TV dihadapan Anda berubah. Masih banyak lagi peristiwa sehari-hari yang dapat ditinjau dari sisi fisisnya dan kemudian dikaji dengan menarik Kelompok keahlian yang terkait dengan program studi ini antara lain adalah:

  • KK Fisika Material Elektronik
  • KK Fisika Magnetik dan Fotonik
  • KK Fisika Sistem Kompleks
  • KK Fisika Nuklir dan Biofisika
  • KK Fisika Teoritik Energi Tinggi dan Instrumentasi
Dengan banyaknya pilihan Kelompok Keahlian tersebut, Anda akan lebih bebas untuk memuaskan rasa ingin tahu Anda dalam menguak rahasia alam ini. Apabila Anda tertarik dengan teori-teori fisika dan ingin suatu saat nanti menemukan suatu teori sendiri, maka Kelompok Keahlian Fisika Teoritik adalah tempatnya. Setiap Kelompok Keahlian mempunyai dosen-dosen yang sangat kompeten dalam bidangnya sehingga Anda tidak perlu khawatir, apabila Anda menemui kesulitan, maka dosen-dosen tersebut akan selalu siap membantu Anda. Fisika tidaklah harus identik dengan rumus, papan tulis dan coretan-coretan dalam buku catatan, bagi yang suka dengan kerja lapangan, Anda punya Kelompok Keahlian Fisika Sistem Kompleks yang mempelajari tentang bumi kita ini. Disini Anda akan banyak mempelajari tentang batuan, lapisan bumi, dan karakteristik-karakteristiknya. Proses belajar di program studi ini tidaklah lepas dari kegiatan di laboratorium, banyak mata kuliah dari tahun pertama hingga tahun terakhir yang memberikan kesempatan kepada para mahasiswanya untuk lebih memahami apa yang dipelajari melalui praktikum di laboratorium. Laboratorium yang ada diantaranya adalah Laboratorium Fisika Dasar, Fisika Lanjut, Elektronika, Fisika Bumi, Laboratorium Komputasi, Laboratorium Biofisika, Laboratorium Semikonduktor, Laboratorium Fisika Teori. Banyaknya tenaga pengajar yang merupakan lulusan dari universitas di luar negeri merupakan aset tersendiri bagi program studi ini. Dengan fakta ini maka akan membuka kesempatan para mahasiswa di sini untuk meneruskan studi mereka ke luar negeri. Tidak jarang para mahasiswa yang potensial diberikan rekomendasi oleh dosen pembimbing untuk meneruskan studinya di luar negeri.

Sumber :

  • www.enersi.com

  • www.itb.ac.id


Read More...

| 0 comments ]

FMIPA ITB didirikan jauh sebelum diresmikannya Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tanggal 2 Maret 1959, yaitu pada tanggal 6 Oktober 1947 di kota Bandung sebagai Faculteit van Exacte Wetenschap, yang kemudian menjadi Faculteit van Wiskunde en Natuur Wetenschap, selanjutnya menjadi Faculteit Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA), dan sekarang menjadi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

FMIPA mempunyai 15 kelompok keilmuan/keahlian (Aljabar, Analisis dan Geometri, Kimia Analitik, Astronomi, Biokimia, Matematika Kombinatorika, Matematika Industri dan Keuangan, Kimia Anorganik dan Fisik, Fisika Nuklir dan Biofisika, Kimia Organik, Fisika Sistem Kompleks, Fisika Elektronik Material, Fisika Magnet dan Fotonik, Statistik, Fisika Teoretik Energi Tinggi dan Instrumentasi) serta 13 program studi, mulai dari Astronomi, Matematika, Fisika dan Kimia pada tingkatan S1, S2 dan S3, serta Program Studi Aktuaria untuk S2. Saat ini FMIPA mempunyai 174 staff akademik tetap, dimana sekitar 79,9% staff bergelar Ph.D, (magister 18,4% dan 1,7% lulusan sarjana) termasuk 25 professor dari 174 staff dosen yang terbagi ke dalam beberapa kelompok keilmuan. Karena FMIPA merupakan bagian dari ITB, maka visi dan misi fakultas ini tidak terlepas dari visi dan misi ITB. ITB sudah mencanangkan diri untuk menjadi pelopor dan pemandu ilmu dan sains, bekerjasama dengan institusi-institusi lain di Indonesia, sehingga menuntut FMIPA berada di garis depan dalam pengembangan itu. Khusus untuk FMIPA, penekanan lebih kepada basic science dan matematika. Jadi, FMIPA saat ini memang telah diminta untuk menjaga performance ITB terutama untuk pengembangan basic sciences atau penelitian-penelitian fundamental. Disitulah peran FMIPA akan lebih banyak diharapkan oleh ITB. FMIPA juga mempunyai program-program penelitian yang semuanya merupakan fundamental riset yang mengandung 3 aspek :

  • Information technology terutama dalam bidang computational sciences.
  • Biotechnology, sebagai contoh di kimia terdapat biokimia dan kimia organik, di fisika terdapat biofisika, di matematika tentunya sebagai sarana modelling dan structure.
  • Nanosciences, Aspek ini dikembangkan oleh program studi fisika dan kimia yang mengembangkan new material baik material alami maupun material sintetik.


Visi dan Misi


Visi FMIPA

Menjadi lembaga pendidikan tinggi dan pusat pengembangan matematika dan sains terkemuka yang menjadi pelopor dalam menentukan arah perkembangan matematika dan sains serta memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

Misi FMIPA

  • Melaksanakan pendidikan untuk menghasilkan lulusan berkualitasdi bidang matematika dan sains.
  • Melaksanakan penelitian dan menyebarluaskan hasilnya untuk mengembangkan matematika dan sains.
  • Melaksanakan pelayanan yang profesional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan matematika dan sains dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

Kebijakan Dasar

  • Sinergi antar strata, riset dan pembelajaran, antar disiplin ilmu, antar ITB dan masyarakat.
  • Akuntabilitas yang didasari meritokrasi / prestasi dan transparansi.
  • Komitmen pada mutu, efisiensi dan efektifitas.
  • Keunggulan melalui kreativitas, inovasi dan pembaruan/perbaikan menerus.
  • Keterlibatan, kepedulian dan partisipasi.




Mengenal Program Studi di Fmipa ITB

Program Sarjana

FMIPA menyelenggarakan program pendidikan sarjana sebagai berikut:

1. Sarjana Astronomi
2. Sarjana Fisika
3. Sarjana Kimia
4. Sarjana Matematika


Program Magister

Program pendidikan magister yang ditawarkan FMIPA antara lain:

  1. Magister Astronomi


  2. Magister Fisika


  3. Magister Kimia


  4. Magister Matematika


  5. Magister Astronomi Jalur Pengembangan dan Pendidikan Astronomi


  6. Magister Pengajaran Fisika


  7. Magister Pengajaran Kimia


  8. Magister Pengajaran Matematika


  9. Magister Aktuaria


  10. Magister Sains Komputasi


Program Doktor

FMIPA menyelenggarakan program pendidikan doktor sebagai berikut

1. Doktor Astronomi
2. Doktor Fisika
3. Doktor Kimia
4. Doktor Matematika



Sumber :

  • www.enersi.com

  • www.itb.ac.id


Read More...

| 0 comments ]

Siapa yang tidak kenal ITB? Salah satu Insitut Teknologi kebanggaan masyarakat Jawa Barat dan Bangsa Indonesia. Institut yang punya visi : shall be an institution of higher education and center of development for science, technology and art, who continuously strives for world excellence, reliability and respectability, and together with other respectable institutions of the nation leads the Indonesian society into unity, sovereignty and prosperity.

Institut Teknologi Bandung (ITB) terletak di kota kembang Bandung Jabar, didirikan pada tanggal 2 Maret 1959. Kampus utama ITB saat ini merupakan lokasi dari sekolah tinggi teknik pertama di Indonesia. Walaupun masing-masing institusi pendidikan tinggi yang mengawali ITB memiliki karakteristik dan misi masing-masing, semuanya memberikan pengaruh dalam perkembangan yang menuju pada pendirian ITB.

Sejarah ITB bermula seja awal abad kedua puluh, atas prakarsa masyarakat penguasa waktu itu. Gagasan mula pendirianya terutama dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik yang menjadi sulit karena terganggunya hubungan antara negeri Belanda dan wilayah jajahannya di kawasan Nusantara, sebagai akibat pecahnya Perang Dunia Pertama. De Techniche Hoogeschool te Bandung berdiri tanggal 3 Juli 1920 dengan satu fakultas de Faculteit van Technische Wetenschap yang hanya mempunyai satu jurusan de afdeeling der Weg en Waterbouw.

Didorong oleh gagasan dan keyakinan yang dilandasi semangat perjuangan Proklamasi Kemerdekaan serta wawasan ke masa depan, Pemerintah Indonesia meresmikan berdirinya Institut Teknologi Bandung pada tanggal 2 Maret 1959 . Berbeda dengan harkat pendirian lima perguruan tinggi teknik sebelumnya di kampus yang sama, Institut Teknologi Bandung lahir dalam suasana penuh dinamika mengemban misi pengabdian ilmu pengetahuan dan teknologi, yang berpijak pada kehidupan nyata di bumi sendiri bagi kehidupan dan pembangunan bangsa yang maju dan bermartabat.

Perguruan Tinggi Negeri dengan status Badan Hukum adalah sesuatu tanpa preseden dalam sejarah Pendidikan Tinggi di Indonesia. Hal ini diawali dengan terbitnya PP No. 61 tahun 1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Negeri sebagai Bahan Hukum yang kemudian disusul diterbitnya PP No. 155 tahun 2000 tentang Penetapan Institut Teknologi Bandung menjadi Bahan Hukum Milik Negara. Maka dengan terbitnya PP 155 tersebut, sejak tanggal 26 Desember 2000 yang lalu ITB resmi menjadi Badan Hukum sebagaimana layaknya badan hukum lainnya yang dibenarkan melaksanakan segala perbuatan hukum yang tidak melanggar hukum serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pertimbangan pertama yang ditinjau dalam PP No. 61 secara singkat adalah adanya globalisasi yang menimbulkan persaingan yang tajam. Maka untuk meningkatkan daya saing nasional dibutuhkan PT yang dapat membangun masyarakat madani yang demokratis dan mampu bersaing secara global. Untuk itu PT, termasuk ITB, harus memperoleh kemandirian, otonomi dan tanggung jawab yang lebih besar. Penekannya ada pada adanya proses globalisasi.

Sistem Pendidikan di ITB seperti umumnya yang dianut oleh PTN / perguruan tinggi lainnya (negeri/swasta) terdiri dari tiga tahap atau strata, yaitu:



  • Sarjana atau Strata-1 (S1) yang dirancang selesai dalam 4 tahun dengan gelar Sarjana Teknik, Sarjana Sains, Sarjana Seni, Sarjana Desain, Sarjana Farmasi, dan Sarjana Manajemen.
  • Magister atau Strata-2 (S2) yang dirancang selesai dalam 2 tahun dengan gelar Magister Teknik, Sarjana Sains Manajemen, Magister Sains, Magister Seni, Magister Desain, Magister Studi Pertahanan, Magister Administrasi Bisnis, Magister Pengajaran Matematika, Magister Pengajaran Fisika, Magister Penggajaran Kimia, dan Magister Pengelolaan Sumber Daya Air.
  • Doktor atau Strata-3 (S3) yang dirancang selesai dalam 3 tahun dengan gelar Doktor.


Pendidikan Program Sarjana di ITB mempunyai beban sekurang-kurangnya 144 SKS dan sebanyak-banyaknya 160 SKS yang terbagi dalam:

1. Tahap Persiapan Bersama dengan beban minimal 36 (tiga puluh enam) SKS.
2. Tahap Sarjana dengan beban minimal 108 (seratus delapan) SKS.

Mahasiswa Program Sarjana yang menunjukkan prestasi akademik tinggi dapat memilih untuk mengikuti pendidikan Program Magister sebagai bagian yang menyatu dengan Program Sarjana. Lulusan pendidikan Program Sarjana dengan prestasi akademik tinggi dapat memilih untuk mengikuti Program Doktor secara langsung. Jika tidak ada bagian atau persyaratan Program Magister yang harus dipenuhi maka bagian atau persyaratan tersebut menjadi bagian yang menyatu dengan Program Doktor.

Pendidikan Program Magister adalah kelanjutan linear Program Sarjana, atau merupakan interaksi beberapa disiplin ilmu yang terbentuk sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan atau tuntutan kebutuhan. Pendidikan Program Magister setelah Program Sarjana mempunyai beban sekurang-kurangnya 36 (tiga puluh enam) SKS dan sebanyak-banyaknya 50 (lima puluh) SKS.

Pendidikan Program Doktor setelah Program Magister mempunyai beban SKS yang ditentukan oleh Program Pascasarjana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Nah mari kita kenali Fakultas dan Prodi yang ada di ITB (Institut Teknologi Bandung):

  • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

  • Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)

  • Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)

  • Sekolah Farmasi (SF)

  • Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)

  • Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)

  • Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)

  • Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)

  • Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)

  • Sekolah Pasca Sarjana (SPS)

  • Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)

  • Fakultas Teknologi Industri (FTI)

  • Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)


Sumber :

  • www.enersi.com

  • www.itb.ac.id


Read More...

| 0 comments ]

Sesuai dengan keputusan Pimpinan ITB, ITB melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana secara nasional bersama dengan seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia, melalui sistem Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Informasi mengenai pelaksanaan SNMPTN 2012 dapat diperoleh di situs http://www.snmptn.ac.id/.

Mulai tahun 2011, ITB menawarkan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) serta Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) melalui program Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) dapat dipilih melalui jalur ujian IPS dan IPC, sedangkan fakultas/sekolah lainnya dapat dipilih melalui jalur ujian IPA. Khusus bagi para peserta SNMPTN yang memilih FSRD, diharuskan untuk mengikuti ujian keterampilan.


Fakultas/Sekolah
Tingkat Kesulitan Relatif PMBP-ITB 2011
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
65
Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
69
Sekolah Farmasi (SF)
75
Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
67
Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
79
Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
84
Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
75
Fakultas Teknologi Industri (FTI)
82
Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)
73
Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
73
Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)
72
Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
69


Catatan:

  • Sehubungan dengan telah terbitnya SK Rektor ITB no. 071/SK/K01/PP/2006, tertanggal 17 Maret 2006, tentang Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru ITB, maka secara resmi, setiap mahasiswa baru diterima menjadi mahasiswa fakultas/sekolah terlebih dahulu, sebelum akhirnya memilih salah satu program studi serumpun dalam fakultas/sekolah yang sama, pada awal tahun kedua.
  • Penempatan mahasiswa di salah satu program studi serumpun di fakultas/sekolah di ITB, dilakukan oleh ITB sebelum masa perkuliahan tahun kedua dilaksanakan, berdasarkan minat mahasiswa, kapasitas program studi yang bersangkutan, serta tergantung pada prestasi mahasiswa di tahun pertama perkuliahan, bila kapasitas program studi yang bersangkutan lebih kecil daripada jumlah mahasiswa yang memilih program studi tersebut. Kemungkinan bahwa seorang mahasiswa akhirnya dijuruskan pada program studi bukan pilihan utamanya dapat saja terjadi. Namun demikian karena pengelompokan program studi dalam suatu fakultas/sekolah didasarkan atas ekserumpunan dan kontekstualitas keilmuannya yang sama, maka perbedaan antara program studi yang satu dengan program studi yang lain dalam fakultas yang sama, tidak signifikan. ITB menyarankan agar calon mahasiswa mempelajari sistem penerimaan mahasiswa baru ini terlebih dahulu dan dapat membandingkannya dengan sistem yang diberlakukan di perguruan tinggi lainnya.
  • Sebagai informasi tambahan, pada kurikulum 2008, ITB mulai memperkenalkan mata kuliah Mayor dan mata kuliah Minor. Dengan demikian, mahasiswa dari suatu program studi dapat mengambil mata kuliah di program studi lainnya, dalam jumlah terbatas. Pendidikan di ITB lebih diarahkan pada pendidikan kesarjanaan yang memberikan penguasaan ilmu yang komprehensif disertai wawasan yang luas dibandingkan ke arah vokasional yang terfokus pada aplikasi suatu bidang keahlian saja.

Read More...

| 0 comments ]

Institut Teknologi Bandung (ITB), didirikan pada tanggal 2 Maret 1959. Kampus utama ITB saat ini merupakan lokasi dari sekolah tinggi teknik pertama di Indonesia. Walaupun masing-masing institusi pendidikan tinggi yang mengawali ITB memiliki karakteristik dan misi masing-masing, semuanya memberikan pengaruh dalam perkembangan yang menuju pada pendirian ITB. Mulai tahun 2011, sehubungan dengan keputusan pimpinan ITB, ITB melaksanakan sistem Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana secara nasional bersama dengan seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia, melalui sistem Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Kegiatan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) ini dilaksanakan secara nasional oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).
Kegiatan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 merupakan sistem seleksi mahasiswa baru untuk memasuki Perguruan Tinggi Negeri di tingkat Nasional, dilaksanakan di seluruh Indonesia, di bawah koordinasi panitia terpusat yang ditunjuk oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).

Pada tahun 2012, SNMPTN 2012 dilaksanakan dengan dua pola seleksi yaitu :

  • SNMPTN 2012 - Jalur Undangan, yang merupakan kegiatan seleksi calon mahasiswa berdasarkan penjaringan prestasi akademik
  • SNMPTN 2012 - Jalur Ujian Tulis, yang merupakan kegiatan seleksi calon mahasiswa dengan pola ujian tulis dan ujian keterampilan khusus bagi program studi tertentu.


Sesuai dengan keputusan Jajaran Pimpinan Institut Teknologi Bandung, pada tahun 2012, ITB hanya menerima mahasiswa baru program sarjana melalui kegiatan SNMPTN 2012, baik melalui SNMPTN 2012 – Jalur Undangan maupun SNMPTN 2012 – Jalur Ujian Tulis. Seleksi penerimaan mahasiswa baru tersebut dilaksakan secara nasional, oleh suatu panitia terpusat yang diberi mandat oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).

Sehubungan dengan hal tersebut di atas mulai tahun 2012, ITB meniadakan program seleksi dan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Kemitraan Nusantara ITB (KN-ITB). Bagi calon mahasiswa yang berasal dari Perusahaan/Instansi/Pemerintah Daerah yang berminat untuk melanjutkan pendidikannya di ITB, dipersilakan untuk mengikuti SNMPTN 2012.

SNMPTN 2012 - Jalur Undangan

Program SNMPTN 2012 - Jalur Undangan, dibuka bagi seluruh lulusan SLTA/sederajat dengan tahun ijazah 2012, yang memiliki prestasi terbaik di kelas, di SLTA asalnya. Program ini dilaksanakan secara nasional melalui SLTA asal calon peserta, dengan menggunakan nilai Rapor SLTA atau sederajat, semester 3 s.d. semester 5.

SNMPTN 2012 - Jalur Undangan dilaksanakan dengan tujuan :

  • Mendapatkan mahasiswa baru yang mempunyai prestasi akademik tinggi di SLTA.
  • Memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa yang berprestasi akademik tinggi untuk memperoleh pendidikan tinggi.
  • Memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada sekolah untuk menjadi bagian pelaksana seleksi awal di tingkat sekolah.


Sesuai dengan keputusan Jajaran Pimpinan Institut Teknologi Bandung, pada tahun 2012, ITB hanya menerima mahasiswa baru program sarjana melalui kegiatan SNMPTN 2012, baik melalui SNMPTN 2012 – Jalur Undangan maupun SNMPTN 2012 – Jalur Ujian Tulis. Seleksi penerimaan mahasiswa baru tersebut dilaksakan secara nasional, oleh suatu panitia terpusat yang diberi mandat oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).

Sehubungan dengan hal tersebut di atas mulai tahun 2012, ITB meniadakan program seleksi dan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Kemitraan Nusantara ITB (KN-ITB). Bagi calon mahasiswa yang berasal dari Perusahaan/Instansi/Pemerintah Daerah yang berminat untuk melanjutkan pendidikannya di ITB, dipersilakan untuk mengikuti SNMPTN 2012.



Pada pelaksanaan SNMPTN 2012 - Jalur Undangan di ITB, calon mahasiswa dapat memilih fakultas/sekolah yang dikelompokkan berdasarkan latar belakang materi belajar calon mahasiswa sebagai berikut:

A. Calon mahasiswa yang berasal dari SMA IPA dapat memilih fakultas/sekolah berikut :

1. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

2. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)

3. Sekolah Farmasi (SF)

4. Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)

5. Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)

6. Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)

7. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)

8. Fakultas Teknologi Industri (FTI)

9. Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)

10. Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)



B. Calon mahasiswa yang berasal dari SMA IPA atau SMA IPS dapat memilih :

11. Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)



C. Calon mahasiswa yang berasal dari SMA IPA, SMA IPS, atau SMK dapat memilih :

12. Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

SNMPTN 2012 - Jalur Ujian Tulis

ITB menerima mahasiswa baru melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Jalur Ujian Tertulis. Sistem seleksi ini merupakan sistem ujian saringan masuk perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan secara nasional, oleh sebuah panitia terpusat di Jakarta, yang ditunjuk oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI). Tujuan pelaksanaan SNMPTN 2012 - Jalur Ujian Tertulis adalah untuk memilih calon mahasiswa baru yang mempunyai kemampuan akademik untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.

SNMPTN 2012 - Jalur Ujian Tertulis adalah seleksi calon mahasiswa untuk memasuki Perguruan Tinggi Negeri dengan pola ujian tulis dan ujian keterampilan khusus bagi Program Studi tertentu. Penyelenggaraan seleksi ini dilaksanakan oleh sebuah Panitia Terpusat yang dibentuk oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) dan ditempatkan di kota-kota yang strategis dimana Perguruan Tinggi Negeri berada.

Ujian tulis yang diselenggarakan dalam rangka Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri akan dilaksanakan secara serentak dan terpadu pada jam dan hari yang sama, dengan soal yang sama di berbagai PTN di Indonesia, sehingga peserta diharapkan dapat memilih lokasi yang terdekat dengan penyelenggaraan kegiatan seleksi tersebut. Tempat ujian tidak menjadi bahan pertimbangan dalam proses seleksi dan penentuan kelulusan seorang calon mahasiswa di perguruan tinggi negeri yang dipilihnya.

Mulai tahun 2012, ITB menawarkan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) serta Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) melalui program SNMPTN 2012 - Jalur Ujian Tertulis. Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) dapat dipilih melalui jalur ujian IPS, sedangkan fakultas/sekolah lainnya dapat dipilih melalui jalur ujian IPA. Khusus bagi para peserta SNMPTN yang memilih FSRD, diharuskan untuk mengikuti ujian keterampilan.

Sesuai dengan keputusan Jajaran Pimpinan Institut Teknologi Bandung, pada tahun 2012, ITB hanya menerima mahasiswa baru program sarjana melalui kegiatan SNMPTN 2012, baik melalui SNMPTN 2012 – Jalur Undangan maupun SNMPTN 2012 – Jalur Ujian Tertulis. Seleksi penerimaan mahasiswa baru tersebut dilaksakan secara nasional, oleh suatu panitia terpusat yang diberi mandat oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).

Sehubungan dengan hal tersebut di atas mulai tahun 2012, ITB meniadakan program seleksi dan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Kemitraan Nusantara ITB (KN-ITB). Bagi calon mahasiswa yang berasal dari Perusahaan/Instansi/Pemerintah Daerah yang berminat untuk melanjutkan pendidikannya di ITB, dipersilakan untuk mengikuti SNMPTN 2012.

Pada pelaksanaan SNMPTN 2012 - Jalur Ujian Tertulis, ITB kembali menawarkan program Beasiswa ITB (dh. Beasiswa ITB Untuk Semua/BIUS). Informasi mengenai pelaksanaan program program Beasiswa ITB, dapat diperoleh di sini. Pendaftaran program program Beasiswa ITB akan dimulai bersamaan dengan pelaksanaan pendaftaran SNMPTN 2012 - Jalur Ujian Tertulis, pada tanggal 2 - 30 Mei 2012.

Pada pelaksanaan SNMPTN 2012 - Jalur Ujian Tertulis, setiap peserta dapat mengikuti Kelompok Ujian IPA, IPS atau IPC tidak harus sesuai dengan jurusan SLTA yang bersangkutan. Pada tahun 2012, ITB menawarkan Fakultas/Sekolah berikut :

  • Kelompok Ujian IPA :
    • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
    • Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
    • Sekolah Farmasi (SF)
    • Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
    • Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
    • Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
    • Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)
    • Fakultas Teknologi Industri (FTI)
    • Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)
    • Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)
    • Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
  • Kelompok Ujian IPS :
    • Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) – memerlukan Ujian Keterampilan


Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi :

Kantor Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan
Direktorat Pendidikan ITB
u.p. Kasubdit Penjaringan Mahasiswa
Gd. CCAR ITB lt.4, Jl. Tamansari 64 Bandung
Telepon : 022-2508519
Telepon : 022-61083601
Faksimili : 022-2508519
E-mail : usmitb@pusat.itb.ac.id

Read More...

| 0 comments ]

Institut Teknologi Bandung (ITB) or Bandung Insitute of Technology or Institute of technology Bandung, was founded on March 2, 1959. The present ITB main campus is the site of earlier engineering schools in Indonesia. Although these institutions of higher learning had their own individual characteristics and missions, they left influence on developments leading to the establishment of ITB.

In 1920, Technische Hogeschool (TH) was established in Bandung, which for a short time, in the middle forties, became Kogyo Daigaku. Not long after the birth of the Republic of Indonesia in 1945, the campus housed the Technical Faculty (including a Fine Arts Department) of Universitas Indonesia, with the head office in Jakarta. In the early fifties, a. Faculty of Mathematics and Natural Sciences, also part of Universitas Indonesia, was established on the campus.

In 1959, the present lnstitut Teknologi Bandung was founded by the Indonesian government as an institution of higher learning of science, technology, and fine arts, with a mission of education, research, and service to the community.

Government Decree No. 155/2000 pertaining to The Decision on ITB as Legal Enterprise (Badan Hukum) has opened a new path for ITB to become autonomous. The status of autonomy implies a freedom for the institution to manage its own bussiness in an effective and efficient way, and to be fully responsible for the planning and implementation of all program and activity, and the quality control for the attainment of its institutional objective. The institution has also freedom in deciding their measures and taking calculated risks in facing tight competition and intense pressures.
Location

Bandung, with a population of approximately one and a half million, lies in the mountainous area of West Java, at an altitude of 770 meters. The ITB main campus, to the north of the town centre, and its other campuses, cover a total area of 770,000 square meters.
Address

Office: Jl. Tamansari 64 Bandung 40116,
Campus: Jl. Ganesha 10, Bandung 40132 Indonesia
Tel & Fax +62-22-2500935

Vision

ITB'vision in facing the future :
ITB shall be an institution of higher education and center of development for science, technology and art, who continuously strives for world excellence, reliability and respectability, and together with other respectable institutions of the nation leads the Indonesian society into unity, sovereignty and prosperity.
Mission

ITB Mission :
ITB shall guide developments and changes carried out by society through innovative and quality education, research and community service, and be responsive to global development and local challenges.

Goals

Based on the vision and mission stated above and taking into consideration the present condition, ITB formulates the goals to be achieved in 10 years to come as follows:

* To establish a respected global academic society, who has the expertise and ability to improve its competence globally, and to develop academic value system based on scientific truth.
* To produce quality graduates who have the ability for self-improvement in the global environment, characterized by high moral quality and integrity, intellectuality, emotional maturity, innovativeness and creativity.
* To be a research and development university, who takes position in front line of science, technology and art, and plays an active role in the global progress of science and development of knowledge required to improve potential quality and uniqueness of the nation.
* To be an agent of change for the Indonesian society, through the upholding of moral and ethical values, and quality of community services.



Read More...