Showing posts with label Kedokteran. Show all posts
Showing posts with label Kedokteran. Show all posts

| 0 comments ]

Dengan keluarnya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 031 tanggal 20 Mei 2002, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi berubah menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Peresmiannya dilakukan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pada 8 Juni 2002 bersamaan dengan upacara Dies Natalis ke-45 dan Lustrum ke-9 serta pemancangan tiang pertama pembangunan Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui dana Islamic Development Bank (IDB). Satu langkah lagi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menambah fakultas yaitu Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (Program Studi Kesehatan Masyarakat) sesuai surat keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 1338/ D/T/2004 Tahun 2004 tanggal 12 April 2004 tentang izin Penyelenggaraan Program Studi Kesehatan Masyarakat (S-1) pada Universitas Islam Negeri dan Keputusan Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam tentang izin penyelenggaraan Program Studi Kesehatan Masyarakat Program Sarjana (S-1) pada Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Nomor Dj.II/37/2004 tanggal 19 Mei 2004.

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki 4 (empat) Program Studi, yaitu :

1. Kesehatan Masyarakat

Program Studi Kesehatan Masyarakat bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang mampu dalam mengintegrasikan ilmu kesehatan dengan keislaman untuk memenuhi kebutuhan sarjana kesehatan yang Islami yang bersedia bekerja di seluruh pelosok tanah air. Gelar akademik yang diperoleh adalah Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM).

2. Program Studi Farmasi

Program Studi Farmasi bertujuan menghasilkan lulusan yang profesional dalam bidangnya dan memiliki kemampuan untuk bekerja dalam berbagai bidang, pelayanan kesehatan (pemerintah, apotik dan rumah sakit), pendidikan (perguruan tinggi dan sekolah kejuruan), lembaga-lembaga penelitian dan lain-lain. Serta dapat menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan agama Islam, IPTEK, dan seni yang dijiwai oleh nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Gelar Akademik yang diperoleh adalah Sarjana Farmasi (S.Far).

3. Program Studi Pendidikan Dokter

Program Studi Pendidikan Dokter diharapkan dapat menghasilkan lulusan dokter yang berkualitas, beriman dan bertaqwa, memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif dalam persaingan global, mampu mengintegrasikan ilmu kedokteran dan ilmu pengetahuan Islam, serta berkontribusi secara nyata dalam peningkatan kualitas hidup bangsa. Gelar Akademik yang diperoleh adalah Sarjana Kedokteran (S.Ked) dan setelah menjalani program profesinya maka gelar yang diperoleh adalah dokter (dr.).

4. Program Studi Ilmu Keperawatan

Program Studi Ilmu Keperawatan bertujuan untuk menghasilkan lulusan berkualitas yang dapat menjadi tenaga ahli terampil di bidang keperawatan, beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, berwawasan luas, dan profesional, berdasarkan relevansi dan kebutuhan pasar melalui peningkatan kualitas penelitian dan pendidikan serta berperan serta dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Gelar Akademik yang diperoleh adalah Sarjana Keperawatan (S.Kp)

Kurikulum

Kurikulum Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggunakan kurikulum nasional yang berbasis kepada kompetensi, yaitu terdiri dari kompetensi dasar, utama dan pendukung. Penjelasan kurikulum masing-masing Program Studi ialah sebagai berikut :

1. Program Studi Kesehatan Masyarakat.

a. Kompetensi Lulusan

Ciri khas lulusan yang ditawarkan oleh UIN Syarif Hidayatullah adalah kemampuannya dalam mengintegrasikan ilmu kesehatan dengan keislaman untuk memenuhi kebutuhan sarjana kesehatan yang Islami yang bersedia bekerja di seluruh pelosok tanah air.Kompetensi khusus yang ditawarkan Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah:

1) Perencana; Manajer Kesehatan,

2) Peneliti kesehatan,

3) Pelatih Kesehatan pada skala Nasional, Propinsi, dan Kabupaten-Kota.Penjabaran kompetensi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:1) Berjiwa Pancasila dan memiliki integritas kepribadian Islam.2) Menguasai dasar-dasar ilmiah dan dasar-dasar keislaman sehingga mampu berpikir, bersikap dan bertindak sebagai ilmuwan dijiwai oleh nilai-nilai Islam.3) Menghayati pembangunan di bidang kesehatan sebagai bagian dari pembangunan nasional.4) Mampu menggunakan prinsip-prinsip dan metode-metode kesehatan masyarakat dalam mengenal, merumuskan dan menyusun prioritas masalah-masalah kesehatan masyarakat Indonesia sekarang dan yang akan datang; serta menyelesaikan masalah tersebut melalui perencanaan, implementasi dan evaluasi program-program yang bersifat preventif dan promotif, tanpa mengabaikan program yang bersifat kuratif dan rehabilitatif.5) Mampu mendidik dan meningkatkan peran serta masyarakat untuk meningkatkan taraf kesehatan.6) Memahami dan mampu menggunakan hasil-hasil penelitian untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi upaya-upaya kesehatan.7) Bersifat terbuka, tanggap terhadap perubahan dan kemajuan iptek terutama di bidang kesehatan masyarakat; serta mampu mengikuti perkembangan pengetahuan dan meningkatkan serta mengembangkan diri dalam ilmu kesehatan masyarakat, dengan berpedoman pada pendidikan seumur hidup. Program Studi Kesehatan Masyarakat FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mulai tahun akademik 2005-2006 membuka 2 (dua) konsentrasi peminatan, yaitu 1) Peminatan Gizi Kesehatan Masyarakat2) Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sedangkan kompetensi yang diharapkan, adalah:1) Sarjana Peminatan Gizi memiliki ketrampilan dan keahlian seorang ahli kesehatan masyarakat untuk mengelola atau memberi advokasi program gizi institusi maupun program gizi masyarakat dalam menganggulangi overnutrition dan undernutrition.2) Sarjana Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja memiliki ketrampilan dan keahlian seorang ahli kesehatan masyarakat yang menguasai dan dapat mengembangkan konsep-konsep dasar K3 menjadi budaya K3 di tempat kerja.

b. Area Kompetensi

1) Iman dan Takwa.2) Epidemiologi dan Biostatistik.3) Pendidikan Kesehatan dan Ilmu perilaku.4) Kesehatan Lingkungan.5) Kesehatan dan Keselamatan Kerja.6) Administrasi Kebijakan Kesehatan.7) Gizi Kesehatan Masyarakat.

c. Struktur Program dan Isi Mata Kuliah

Struktur isi mata kuliah Program Studi Kesehatan Masyarakat d ikelompokkan dalam tiga kelompok, yaitu:1) Kompetensi Dasar.2) Kompetensi Utama.3) Kompetensi Penunjang.Didalam kompetensi tersebut dijabarkan mata kuliah yang termasuk dalam kelompok-kelompok sebagai berikut:a) Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK)b) Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)c) Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB)d) Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB)e) Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)Jumlah sks minimal yang dibutuhkan sebagai syarat kelulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat adalah 154 sks. Jika jumlah sks yang dimiliki mahasiswa masih kurang dari batas minimal maka mahasiswa dapat mengambil mata kuliah wajib pilihan yang tersedia.

d. Penentuan Peminatan

Peminatan ditentukan pada semester 6 sesuai dengan minat mahasiswa.Tata cara penentuan peminatan adalah:1. Pada Semester VI semua mahasiswa sudah harus memiliki konsentrasi peminatan.2. Setiap mahasiswa harus menentukan salah satu dari 2 konsentrasi peminatan.3. Peminatan yang banyak diminati mahasiswa akan ditentukan melalui IPK terbaik dari mahasiswa yang memilih peminatan tersebut berdasarkan kuota yang tersedia dan tidak boleh memiliki nilai C pada mata kuliah yang berhubungan dengan konsentrasi peminatan yang dipilihnya.

e. Pengalaman Belajar Lapangan

Pengalaman belajar Lapangan dilakukan pada Semester V dan VI dalam bentuk kerja kelompok di bawah bimbingan staf pengajar. Pengalaman Belajar Lapangan merupakan siklus pemecahan masalah yang materi substantifnya adalah “Community Health Diagnosis” dan Pengembangan Proyek Intervensi. Pengalaman belajar Lapangan masing-masing semester berbobot 2 sks.

f. Magang

Magang merupakan salah satu komponen integral dari keseluruhan program pendidikan sarjana kesehatan masyarakat dan merupakan mata ajaran wajib dengan bobot 3 sks. Magang bertujuan untuk menciptakan sarjana kesehatan masyarakat yang siap pakai, mampu mengikuti perkembangan zaman, memiliki keterampilan, dan memiliki empati serta profesionalisme sesuai dengan konsentrasi peminatannya. Magang dilaksanakan pada Semester VIII dalam bentuk kerja kelompok atau perorangan di bawah bimbingan staf pengajar. Bentuk magang ada 2 macam, pertama dikaitkan langsung dengan mata ajaran tertentu dan kedua dikaitkan dengan keterampilan khusus yang dikembangkan sesuai dengan peminatannya.

2. Program Studi Farmasi

Kurikulum Program Studi Farmasi FKIK UIN Syarif Hidayatullah disusun berbasis kompetensi dengan mengintegrasikan ilmu kefarmasian modern dengan budaya dan potensi alam Indonesia yang dituntun oleh ajaran islam, yakni dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :a. Ajaran Islam sebagai sumber dari segala ilmu b. Perkembangan ilmu pengetahuan & teknologic. Mencermati potensi alam Indonesia yang sangat kaya terhadap keaneka ragaman hayati sebagai sumber bahan obatd. Penerapan ilmu kefarmasian yang lebih cocok untuk diaplikasikan pada masyarakate. Masyarakat yang lebih berpendidikan, lebih sadar hak & hukum serta pemeliharaan kesehatanf. Pergeseran sikap, pandangan & kebijakan pemerintah dan masyarakat terhadap kefarmasian.g. Perkembangan & penemuan obat baru baik natural maupun sintetikh. Perkembangan dalam analisis obat-obatan, makanan halal & kosmetiki. Penelitian dan Pengembangan obat-obatan dimasa depan.j. Penerapan kode etik kefarmasian yang islami. k. Penerapan proses pembelajaran seumur hidup. Untuk itu Program Studi farmasi FKIK UIN Syarif Hidayatullah menekankan pada 5 kompetensi utama sesuai kurikulum nasional ditambah kompetensi yang merupakan kekhasan di FKIK UIN.

a. Kompetensi Utama

1) Kemampuan mengintegrasikan ilmu farmasi dengan ke-islaman dan ke-indonesiaan2) Ketrampilan sosial budaya3) Ketrampilan menerapkan ilmu farmasi yaitu teknologi farmasi, bahan alam, farmasi klinis, analisis farmasi4) Keterampilan riset & menuliskan hasil riset dalam media nasional & internasional5) Ketrampilan dalam menggunakan & menilai secara kritis teknologi informasi6) Etika, moral & profesionalisme dalam praktek kefarmasian

b. Kompetensi Pendukung

1) Ketrampilan dalam kewirausahaan2) Ketrampilan dalam manajemen farmasi3) Ketrampilan dalam komunikasi & informasi4) Farmasis muslimPenyusunan kurikulum Program Studi Farmasi UIN Syarif Hidayatullah mengacu kepada kurikulum yang disusun untuk program strata satu (S-1) Farmasi oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), kemudian ditambah dengan muatan lokal yang dibuat berdasarkan visi dan misi dari UIN Syarif Hidayatullah. Kurikulum berbasis kompetensi ini terdiri dari:

a. Kurikulum inti

Kurikulum inti dikelompokkan atas:1) Kelompok MPK (Matakuliah Pengembangan Kepribadian) 2) Kelompok MKK (Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan) 3) Kelompok MKB (Matakuliah Keahlian Berkarya) 4) Kelompok MKP ( Matakuliah Pilihan)

b. Kurikulum Institusional

1) Kelompok MPB ( Mata Kuliah Perilaku Berkarya) 2) Kelompok MBB (Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat) 3) Kelompok MKP (Mata Kuliah Pilihan )Dari kurikulum tersebut dikelompokkan dalam 3 kompetensi lulusan terdiri atas:a. Kompetensi dasarb. Kompetensi utamac. Kompetensi pendukung

3. Program Studi Ilmu Keperawatan

a. Tujuan

1) Tujuan umum

Menghasilkan profesi Ners (Ns) dengan kualifikasi akademik Sarjana Keperawatan (SKep) yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, mempunyai keunggulan yang kompetetitif dalam persaingan global serta mampu mengintegrasikan ilmu keperawatan dan ilmu pengetahuan keislaman sehingga mampu berkontribusi dalam peningkatan kualitas derajat kesehatan bangsa Indonesia.

2) Tujuan khusus

a) Memiliki sikap profesional dan Islamib) Mampu melaksanakan asuhan keperawatanc) Mampu mengelola pelayanan keperawatan di ruang rawat inapd) Mampu melaksanakan penelitian sederhanae) Mampu berperan sebagai pendidik tenaga keperawatan yang berada di ruang lingkup tanggung jawabnya

b. Kompetensi

Kompetensi lulusan Program Studi ilmu keperawatan di FKIK Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah adalah sebagai berikut:

1) Kompetensi Dasar

a) Mampu memahami dan menerapkan nilai nilai Keislaman b) Mampu menjadi warga negara Indonesia yang baik (Kewarganegaraan)c) Mampu menggunakan bahasa Arab secara pasifd) Mampu menggunakan bahasa Inggris secara pasif dan aktife) Mampu mengintegrasikan ilmu fiqih dalam keperawatan (Fiqih kesehatan)f) Mampu melakukan Praktek ibadah dan qiroah

2). Kompetensi Utama

a) Keterampilan keilmuan dan dasar-dasar keperawatan· Keterampilan menerapkan konsep keperawatan lintas budaya (transcultural nursing) dalam proses keperawatan· Keterampilan menerapkan konsep hubungan bantuan (Helping relationship)· Keterampilan mengumpulkan data dalam proses keperawatan· Keterampilan melakukan analisis data dalam proses keperawatan· Keterampilan merencanakan asuhan keperawatan dengan melibatkan klien dan keluarga dalam proses keperawatan· Keterampilan melaksanakan tindakan keperawatan· Keterampilan melakukan evaluasi dan revisi proses keperawatan· Keterampilan melakukan dokumentasi asuhan keperawatan· Keterampilan mengelola pelayanan keperawatan di ruang rawat inap pada kasus yang lazim terjadi· Keterampilan mengelola masalah kesehatan yang lazim terjadi pada individu, keluarga dan masyarakat · Kemampuan menjadi anggota tim dalam pelayanan kesehatan · Memiliki tanggung jawab profesional

3). Kompetensi Pendukung

a) Keterampilan memanfaatkan berbagai sumber ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi terkinib) Mampu melaksanakan Riset keperawatan tingkat pemula

4. Program Studi Pendidikan Dokter

Kurikulum inti pendidikan dokter ditetapkan oleh Pemerintah (Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi) bersama dengan Kolegium Kedokteran Indonesia sebagai bagian dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan pengguna lulusan atau stake holder lainnya. Kurikulum Pendidikan Dokter di Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dikembangkan dari Kurikulum Inti Pendidikan Dokter Indonesia III (KIPDI III) yaitu Kurikulum Nasional Berbasis Kompetensi (KBK) untuk Pendidikan Dokter Dasar, yang memberikan pelayan strata primer dengan pendekatan konsep dokter keluarga yang bersifat Islamik. Kurikulum ini merupakan perpaduan Kurikulum yang dikembangkan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (KURFAK FKUI 2005) selaku Fakultas Pembina dengan Kurikulum yang bersifat Islamik yang merupakan kurikulum dasar dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.Kurikulum berbasis kompetensi membagi Pendidikan dokter menjadi tiga tahap, yaitu:

a. Tahap kesatu pendidikan umum 1 semester. Untuk mencapai keterampilan dan sikap dasar yaitu keterampilan belajar sepanjang hayat, keterampilan generik dan sikap peduli terhadap lingkungan/masyarakat.

b. Tahap kedua pendidikan terintegrasi horizontal dan vertikal untuk mencapai pengetahuan kedokteran, untuk menanggulangi masalah pasien dan masyarakat secara ilmiah termasuk keterampilan penelitian, minimal 6 semester.

c. Tahap ketiga pendidikan berbasis kompetensi sebagai kemampuan profesi klinik dan kedokteran komunitas, minimal 3 semester.Pendidikan ini akan menghasilkan lulusan dokter. Setelah selesai menjalani pendidikan, dokter baru diharuskan mengikuti tahap “internship” selama 2 semester atau magang/latihan kerja sebagai dokter baru untuk mendapatkan sertifikat melakukan praktek mandiri dari Kolegium Dokter Indonesia.Program Studi Pendidikan Dokter FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mempunyai tujuan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik-profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dan ilmu pengetahuan agama Islam secara integratif, serta menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran dan ilmu agama Islam secara integratif serta mengupayakan pemanfaatannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan dalam upaya pembangunan karakter bangsa.Kurikulum PSPD FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, turut pula memperhatikan adanya perkembangan di masa depan, yaitu; a. Terjadinya pergeseran masalah kedokteran dan kesehatan yang dihadapi masyarakat b. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan terus berlangsung tanpa henti. c. Masyarakat lebih berpendidikan, lebih sadar hak dan hukum. d. Pergeseran sikap, pandangan dan kebijakan tentang pendidikan dokter sebagai pendidikan profesi, kedudukan dan peran organisasi profesi dalam pelaksanaan pendidikan. e. Tekanan kesejagatan (global) yang berupa revolusi telekomunikasi dan ledakan informasi.Untuk itu, PSPD FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menekankan pada 7 kompetensi utama sesuai dengan Kurikulum Nasional ditambah 5 kompetensi yang merupakan kekhasan dari FKIK UIN selaku Universitas Islam di Indonesia.

a. Kompetensi Utama

1) Keterampilan Sosial-Budaya2) Keterampilan klinik dasar3) Keterampilan menerapkan dasar-dasar ilmu biomedik, ilmu klinik, ilmu perilaku dan epidemiologi dalam praktek kedokteran keluarga4) Keterampilan pengelolaan masalah kesehatan pada individu, keluarga maupun masyarakat dengan cara yang komprehensif, holistik, bersinambungan, terkoordinir dan bekerja sama dalam konteks pelayanan kesehatan primer5) Memanfaatkan dan menilai secara kritis teknologi informasi6) Mawas diri dan pengembangan diri dengan belajar sepanjang hayat7) Etika, moral dan profesionalisme dalam praktek

b. Kompetensi Pendukung
1) Riset; 2) Pengelolaan kegawat-daruratan kedokteran dan kesehatan; 3) Manajemen pelayanan kesehatan; 4) Dokter Muslim; 5) Pengantar Dasar Perguruan Tinggi.
Read More...

| 0 comments ]

Fakultas Kedokteran didirikan pada tanggal 28 Mei 1959 (selanjutnya diperingati sebagai tanggal lahirnya Fakultas Kedokteran UNSRAT) dalam lingkungan Universitas Sulawesi Utara Tengah (UNSUT) berdasarkan Surat Pekuper Nomor 522/Pert/Pekuper/1958 tertanggal 5 Mei 1959 yang selanjutnya diakui sebagai Fakultas Kedokteran Negeri pada tanggal 26 Desember 1961 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan RI Nomor 8242/UP/II/61 dan kemudian dengan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 227 Tahun 1965 ditetapkan sebagai Fakultas Kedokteran UNSRAT.

Dekan Fakultas Kedokteran sejak berdirinya yaitu: dr. R.D. Kandou (1959-1961), Kolonel dr. R.D. Sukojo (1961-1964, 1964-1967), Prof. dr. R.D. Kandou (1967-1969, 1969-1973), dr. P.E.A. Pangaila (1973-1975, 1975-1977), dr. Meta A.L. Ticoalu (1977-1978), dr. G.E. Wowor (1979-1982, 1982-1985), dr. R.S.M. Rampengan, DSB. (1985-1988, 1988-1991), dr. J.W. Siagian, DSPA (1991-1994, 1994-1997), Prof. dr. J.M. Umboh, MS (1998-2002, 2002-2006), dan Prof. dr. Sarah Maria Warouw, Sp.A-K (2006—sekarang).

STRUKTUR ORGANISASI & PROGRAM STUDI :
DEKAN : Prof. dr. Sarah Maria Warouw, Sp.A-K.
PEMBANTU DEKAN :
Bidang Akademik : Prof. Dr. dr. Karel Pandelaki, Sp.PD-K, KEMD.
Bidang Administrasi Umum : dr.Josef S.B. Tuda,M.Kes.,SpPar.K

Bidang Kemahasiswaan : dr.Benny Wantouw, MS.,Sp, Andro
Bidang Kerjasama dan Evaluasi Kinerja : dr.,Prof.dr.Jimmy Posangi, Msc, Phd, SpFK

Program Studi S1 :
1. Program Pendidikan Dokter
2. Ilmu Kedokteran Gigi
3. Ilmu Kesehatan Masyarakat
4. Ilmu Keperawatan

Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS):
1. Ilmu Penyakit Mata
2. Ilmu Penyakit Dalam
3. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin
4. Ilmu Bedah
5. Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan
6. Ilmu Kesehatan Anak
7. Ilmu Rehabilitasi Medik
Read More...

| 0 comments ]

The Medical Faculty of Hasanuddin University was established on 22 October 1953, based on the decree of the Indonesian Government. On 28 January 1956, the Minister of Education officially named this institution Fakultas Kedokteran Makassar (the Medical Faculty of Makassar) that then turned into the Medical Faculty of Hasanuddin University when the University was established. On 31 December 1963 the faculty graduated 4 medical doctors. Now the Faculty has changed a lot.
The Faculty has implemented the Credit Semester System since 1978. On 17 August 1988 the Medical Faculty moved from Baraya to the new campus in Tamalanrea. Now the Faculty has improved significantly and in 2000 was accredited by BAN (the National Accreditation Board) with grade A. The Medical Faculty of Hasanuddin University is the centre for the development of health sciences in the Eastern Region of Indonesia; consequently, big efforts have to be made to improve (among others) the quality of its graduates. The Medical Faculty of Hasanuddin University is committed to produce graduates who are able to compete with overseas.

Mission

We prepare future health leaders, contribute to our communities, and improve the health of individuals and populations, through the discovery, application and communication of knowledge.

Serving the community through quality education, caring practice, and advancement of health science.
To prepare future professionally and scientifically competent medical doctors who show high standard of ethical and moral norms, and life-long learning

Vision

International leadership in health research and education.


In the next 5 years, the Medical Faculty will be nationally acknowledged as an outstanding Medical Faculty in health education and research.


Other improvement plans, which include improving academic governance standard of quality by improving the standard for staff recruitment and on the job training of current staff, and improving sustainability by increasing intake of overseas students, fund raising from alumni and cooperation with local governments.



Doctors in the era of global competition and meet the international standards. The Medical Faculty of Hasanuddin University is located in Makassar, which is a very strategic city geographically and economically. As the centre for development in the Eastern Region of Indonesia (KTI), Makassar has a Type-A Hospital, -the highest referral hospital with wide range of specialties -, which is also used as a teaching hospital. The main hospital used for clinical teaching is RSUP Wahidin Sudirohusodo, located at the vicinity of the campus.The clinical and para-clinical departments are located in the hospital, while the pre-clinical departments are located in the Faculty campus.


In addition, the Faculty is collaborating with various hospitals for clinical teaching (clerkship), including RSU Labuang Baji, RS Pelamonia, RS Akademis Yaury Yusuf, RS Islam Faisal, and various Puskesmas (Primary Health Care Centre).


Indonesia still needs a high number of doctors. The total number of doctors in Indonesia at the moment is around 48,000, while the required up to year 2010 is 105,231 (Kepmenkes 850/Menkes/SK/V/2000). The Medical Faculty graduate around 150-200 medical doctors annually.

Message from Dean

Welcome to the Faculty of Medicine Homepage. I hope you will find our homepage user-friendly and informative.Our Faculty is responsible for undergraduate medical education as well as undergraduate and postgraduate education and training in the Life Sciences. Our vision is to excel in education, research and clinical service.

Postgraduate training for doctors (Specialist Training) is the combined responsibility of the Division of Graduate Medical Studies and the Academy of Medicine. The Faculty of Medicine has strong research-oriented graduate programs leading to Master of Science (MSc) or PhD to train biomedical scientists for academia and industry. There is also an MSc (Clinical Science) Course that provides training in clinical research methods for careers in clinical research, health care and biomedical and pharmaceutical industries. Scholarships are available on a competitive basis.


The Faculty has an excellent infrastructure for biomedical research as well as a very committed group of competent scientists and clinician-scientists who are actively engaged in teaching and high quality research. We are confident that we can take on future challenges in biomedical education and research and fulfill our vision to excel in education, research and provision of health care of the highest quality
Read More...

| 0 comments ]

Sejak berdirinya Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat pada tahun 1990 sampai sekarang, telah banyak perkembangan yang dialami. Fakultas Kedokteran Unlam sekarang mempunyai 5 program studi, yaitu Program Studi Pendidikan Dokter, Program Studi Kesehatan Masyarakat, Program Studi Ilmu Keperawatan, Program Studi Psikologi, dan Program Studi Kedokteran Gigi.

Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan dan kedokteran, Fakultas Kedokteran Unlam telah mengadopsi strategi pembelajaran problem-based learning, dan khusus untuk Program Studi Pendidikan Dokter, sejak tahun 2008 telah menjalankan kurikulum full-block dengan strategi pembelajaran SPICES, yaitu penekanan pada student-centered, problem-based, integrated, community-based, elective, dan systematic learning. Lama pendidikan dokter sampai lulus profesi dokter umum dapat ditempuh dalam 5,5 tahun.

Sarana dan prasarana pembelajaran telah dikembangkan bersamaan dengan pengembangan kurikulum ini. Penyediaan alat bantu ajar, alat laboratorium, mannikin latihan ketrampilan klinis, buku perpustakaan terus dikembangkan. Direncanakan pada pertengahan atau akhir tahun 2011 ini, Fakultas Kedokteran Unlam juga akan menempati Gedung Fakultas Kedokteran Unlam yang baru di sebelah RSUD Ulin Banjarmasin.

Sementara itu, Fakultas Kedokteran Unlam juga terus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan staf akademiknya di bidang ilmu dasar kedokteran, ilmu klinis, dan ilmu pendidikan kedokteran dengan mengirimkan para dosen pengajar untuk mengikuti S2 di dalam dan luar negeri, pendidikan dokter spesialis (PPDS), dan S3. Saat ini, sebanyak 17 orang staf akademik Fakultas Kedokteran Unlam sedang menjalani pendidikan S3, bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Unibraw. Diharapkan pada tahun 2012, semua staf akademik Fakultas Kedokteran Unlam sudah mempunyai staf akademik kompeten di bidang masing-masing, baik subspesialis, spesialis, serta S2 dan S3 ilmu dasar dan pendidikan kedokteran.
Read More...

| 0 comments ]

Kamis minggu terakhir Januari menjadi hari bersejarah bagi Universitas Tadulako. ‘Anak bungsu’ akhirnya bisa mandiri dan diberi nama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Perjuangan panjang sejak awal 2008 akhirnya membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Sebuah perjuangan yang dimulai dari tingkat program studi. Dan perjuangan mempersatukan dua program studi ke dalam satu fakultas, yaitu FKIK.



Gubernur Sulteng Longki Djanggola Meresmikan FKIK Untad


FKIK saat ini terdiri atas dua program studi, yaitu Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD), dan Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat (PSIKM). Kedua program studi itu awalnya berada di bawah naungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Untad.

Namun, seiring berjalannya waktu dan akan menamatkan angkatan pertamanya pada akhir 2012 nanti, maka Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Muh. Basir, SE., MS., merasa bahwa kedua prodi itu harus di bawah naungan fakultas yang khusus membidangi kesehatan. “Tentunya akan janggal jika para dokter yang akan tamat nanti ijazahnya ditandatangani oleh Dekan MIPA” Kata Rektor saat pelantikan Dekan FKIK.

Oleh karena itu, pada akhir tahun lalu, Rektor terus melobi Pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan izin pendirian FKIK. Dan puncaknya pada 10 Januari 2012 izin tersebut turun bersama restu pendirian FKIK.

Merespon hal tersebut, maka pada tanggal 25 Januari Rektor Untad melantik Pelaksana Tugas Dekan FKIK, dr. Sulanto Saleh Damu, Sp. FK., beserta para pembantunya dan staf di FKIK. Dan dilanjutkan dengan peresmian FKIK pada 26 Januari yang diresmikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M. Si.

Prof. Dr. Ir. Muh. Basir, SE., MS., dalam sambutannya saat peresmian mengatakan bahwa FKIK ini ibarat negara yang baru merdeka. Oleh karena itu, FKIK ini harus didukung penuh dan diasuh oleh tiga pilar utama, yaitu internal Universitas Tadulako, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada.

Tak lupa juga Rektor berpesan agar PSPD dan PSIKM bisa bersatu dan saling bahu-membahu untuk kemajuan FKIK ke depan. “PSPD dan PSIKM harus bersatu di bawah naungan FKIK, saling mendukung dan saling membantu. Jangan sampai ada disparitas antara PSPD dan PSIKM”.

Harapan terhadap FKIK juga disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Tengah dalam sambutannya. “FKIK harus menjadi pionir kesehatan nomor satu di Sulawesi Tengah. Pemerintah provinsi akan selalu mendukung FKIK ini. Kami turut bangga dan memang harus bangga. Fakultas dengan nama FKIK ini hanya ada dua di Indonesia, yaitu FKIK Universitas Jenderal Sudirman, dan FKIK Universitas Tadulako” tutur mantan Bupati Parigi Moutong ini.

Adanya FKIK juga diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sulawesi Tengah. “Indeks pembangunan manusia di Sulawesi Tengah ini baru mencapai kisaran 70 persen. Dan itu masih rendah. Kesehatan menjadi salah satu indokatornya, selain tentu saja pendidikan. Oleh karena itu, kedua hal ini yang akan terus digenjot untuk meningkatkan IPM di Sulawesi Tengah ini” sambung Gubernur Sulawesi Tengah ini.

Sambutan dari Gubernur Longki Djanggola itu sekaligus dengan peresmian FKIK yang ditandai oleh penekanan tombol pembuka layar papan nama FKIK Untad oleh Gubernur Sulawesi Tengah. Dalam acara peresmian itu, dilakukan juga penandatanganan MoU.

Penandatanganan MoU itu dilakukan dengan berbagai pihak terkait. Diantaranya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Rumah Sakit (RS) Undata sebagai rumah sakit induk. Juga dengan rumah sakit afiliasi, seperti RS Anutapura Palu, RS Bhayangkara Palu, RS Madani Palu, RS Kabelota Donggala, dan RS Anuntaloko Parigi. Selain itu, MoU juga dilakukan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala.

Pameran FKIK juga tak luput dari perhatian Gubernur Sulawesi Tengah. Didampingi oleh Rektor Untad, orang nomor satu di Sulawesi Tengah itu meninjau Dekanat FKIK tempat dilaksanakannya pameran. Ruang lab skill seperti ruangan kebidanan, farmakologi, dan anatomi tak luput dari perhatian Gubernur yang murah senyum ini. Para petinggi FKIK dengan setia mendampingi Gubernur sambil menjelaskan apa saja kegunaan alat-alat kedokteran yang dipamerkan tersebut.

Kini, ‘anak bungsu’ itu telah mandiri. Semoga FKIK dapat membuat Universitas Tadulako semakin maju dan dapat menjadi salah satu problem untuk mengatasi masalah kesehatan di Provinsi Sulawesi Tengah.

Pelantikan Dekan dan Pembantu Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan



Rektor UNVERSITAS TADULAKO Prof.Dr.Ir Muh Basir Cyio, SE, MS, Rabu (25/01) melantik Dekan dan Pembantu Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Tadulako. Adapun pejabat yang dilantik antara lain :

1. dr. Sulanto Saleh Danu R.Sp.FK sebagai PLt. Dekan FKIK

2. dr. Audriana Daud Laratu sebagai PLt. Pembantu Dekan I FKIK

3. dr. Tengku Moh. Budiansyah, MHA sebagai PLt. Pembantu Dekan II FKIK

4. Drs. Abd Hakim Laenggeng, M.Kes sebagai Pembantu Dekan III FKIK.



Selain itu Rektor juga melantik Pejabat Struktural Eselon III dan IV, masing-masing satu orang untuk Eselon III (Kabag TU FKIK) dan tiga orang Eselon IV (Kasubag TU FIKI).



Sumber : Universitas Tadulako
Read More...

| 0 comments ]

Komitmen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) terhadap pendirian pendidikan kedokteran sangat kuat sekali dan ini dibuktikan dengan dilaksanakanya public hearing mengenai hal tersebut di hotel permata krakatau cilegon. hadir dalam acara public hearing ini para tokoh masyarakat, Dirut PT. krakatau Steel, Tbk, Fazwar Bujang, Gubernur banten yang dalam hal ini diwakili oleh Asda III H. Eutik Suarta, SH, kepala dinas kesehatan se Propinsi banten, IDI (ikatan Dokter indonesia) se banten dan civitas akademika untirta.

Dalam sambutannya gubernur banten yang diwakili oleh H. Eutik suarta, SH, mengatakan adanya fakultas kedokteran di perguruan tinggi universitas sultan ageng tirtayasa adalah merupakan suatu keharusan dan dipandang perlu untuk segera diwujudkan dan direalisasikan dan pemerintah propinsi banten mendukung sekali adanya fakultas kedokteran di untirta. kemudian dalam sambutannya Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd, mengatakan sebagai perguruan tinggi negeri di banten, universitas sultan ageng tirtayasa terus berupaya secara maksimal mewujudkan harapan civitas akademika dan masyarakat banten untuk membuka program pendidikan kedokteran sebagai program studi baru dalam lingkungan untirta. disamping sebagai program studi yang banyak diminati dan dianggap bergengsi, pembukaan program pendidikan kedokteran tersebut merupakan sumbangsih untirta terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat banten pada khususnya melalui penyiapan tenaga kesehatan dokter. lebih lanjut berdasarkan data BPS banten tahun 2010, rasio dokter terhadap jumlah penduduk di provinsi banten sebesar 1:29.856 (satu dokter melayani 29.856 orang) maka dengan diselenggarakannya pendidikan kedokteran di Untirta rasio ini diharapkan membaik. acara diakhiri dengan penandatanganan pernyataan dukungan pendirian pendidikan kedokteran untirta oleh seluruh stakeholder, pejabat publik dan tokoh masyarakat banten yang hadir saat public hearing ini.

Sumber : Untirta
Read More...