Showing posts with label Unsri. Show all posts
Showing posts with label Unsri. Show all posts

| 0 comments ]

Dalam 2 tahun terakhir Unsri secara perlahan namun pasti, dilandasi dengan rasa percaya diri terus berusaha menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Webometrics. Prestasi yang diraih ini tidaklah mudah dan serta merta terwujud. Butuh kerja keras dan dukungan seluruh sivitas akademika untuk dapat meraih peringkat 11 di Indonesia, peringkat 30 Asia Tenggara, dan peringkat 1026 dunia, diantara 12.000 perguruan tinggi dunia, dalam tabel berikut disajikan perkembangan peringkat webometrics situs Unsri.

Dalam rilis Telkom Smart Campus (Tesca 2011) beberapa waktu lalu Unsri menjadi salah satu dari 100 Perguruan Tinggi di Indonesia yang memiliki penerapan TIK tertinggi. Adapun dimensi utama yang menjadi tolok ukur penilaian adalah:

1. Suprastruktur Kampus
2. Infrastruktur Teknologi
3. Profil Pemangku Kepentingan
4. Ragam Pemanfaatan dan Aplikasi
5. Strategi Pendidikan Nasional
6. Dampak dan Manfaat Penerapan Teknologi
7. Komunitas Eksternal

Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK merupakan payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. Unsri telah berprestasi dalam aspek teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Read More...

| 0 comments ]

Program Pascasarjana Unsri dilakukan melalui pembentukan satuan tugas sesuai dengan SK Rektor Unsri nomor:3793/PT11.1.1/C.6.f/1994 yang ditanda-tangani oleh Prof. Dr. Amran Halim sebagai Rektor pada tanggal 4 Agustus 1994. Tim inti satuan tugas tersebut terdiri dari Prof. Dr. Zainal Ridho Djafar sebagai ketua, Dr.A. Hamid sebagai sekretaris, serta Dr.Ir. Syarifuddin Ismail, Dr.Ir. M.Faizal, Dr. Ir. Benyamin Lakitan, Dr. Ir. Rujito Agus Suwignyo, Dr. H.Nangsari Ahmad, dan Dr. Waspodo, sebagai anggota. Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya dimulai sejak tahun 1996, seiring dengan diterbitkannya Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) untuk penyelenggaraan Program Studi Magister Ilmu Tanaman (Nomor: 469/Dikti/Kep/1995) dan Program Studi Agribisnis (Nomor: 469 dan 470/Dikti/Kep/1995)

Mahasiswa yang mengikuti program pendidikan Pascasarjana Unsri berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta, lembaga/instansi pemerintah dan non-pemerintah, serta peserta perorangan. Saat ini Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya mengelola 17 Program Studi, yang mencakup 14 program magister (S2) dan 3 program doktor (S3).

Untuk tahun akademik 2012/2013 Program Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya akan membuka lima program studi (prodi) baru dari 12 program studi yang telah ada.

"Kelima program studi itu Sosiologi, Kesehatan Masyarakat, Teknik Mesin, Pendidikan Aliyansi, dan Pendidikan Fisika," ujar Prof Dr dr H MT Kamaludin MSc SpFK, Direktur PPs Unsri usai yudisium ke 46 di Gedung Pasca Sarjana Unsri, Kamis (10/3).
Read More...

| 0 comments ]

Salah satu elemen dalam penyelenggaraan SNMPTN yang transparan dan akuntabel adalah terjaminnya hak masyarakat atau publik untuk memperoleh informasi tentang SNMPTN sesuai dengan peraturan perundangan. Setiap informasi publik bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap pengguna informasi publik, selain yang dikecualikan, demikian pula halnya dengan informasi mengenai penyelenggaraan seleksi.

Seleksi penerimaan mahasiswa dalam SNMPTN dilakukan untuk mendapatkan calon mahasiswa yang berkualitas berdasarkan prestasi akademik. Seleksi dilaksanakan secara akuntabel, objektif, adil, tidak diskriminatif dan transparan. Untuk mencapai tujuan tersebut, penetapan kriteria seleksi menjadi sangat penting. Untuk menetapkan kriteria seleksi bukanlah hal yang mudah, mengingat seleksi dilaksanakan hanya berdasarkan prestasi akademik pelamar yang berasal dari beragam jenis kelas, mulai dari kelas Akselerasi, kelas Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI)/Unggulan, dan kelas Reguler, dengan beragam tingkat akreditasi, dari A, B, C, dan yang belum terakreditasi

Selain hal tersebut, ketidak seragaman dalam pemberian nilai, atau evaluasi pencapaian prestasi akademik siswa, juga menjadi faktor yang semakin mempersulit dalam menetapkan kriteria seleksi, mari kita perhatikan fakta berikut. Dalam satu sekolah, akan terdapat beberapa jenis kelas, dan beberapa kelas sejenis paralel, misalkan di sekolah A, yang memiliki Akreditasi A, pemberian nilai siswa dalam jenis kelas yang sama, sangat mungkin jauh berbeda, si A dikelas XIIA, dengan si B dikelas XIIB, meski sama-sama merupakan ranking pertama dikelas masing-masing, namun prestasi akademik atau nilai keduanya sangat mungkin jauh berbeda, lalu bila keduanya memilih program studi yang sama di sebuah perguruan tinggi, siapakah yang berhak menjadi yang terpilih.

Mari kita lihat fakta lainnya, si A yang bersekolah di sekolah A yang notabene sebuah sekolah pavorite, dengan akreditasi A, menempati kelas Akselerasi, dan kebetulan adalah ranking pertama di kelasnya, lalu ada si B yang bersekolah disebuah sekolah B, dengan akreditasi B, menempati kelas Reguler, dan juga ranking pertama. Sangat mungkin prestasi akademik atau nilai si B lebih tinggi dari nilai si A. Lalu bila keduanya melamar pada prodi yang sama, dapat ditebak siapa yang bakal menjadi yang teratas.

Melihat fakta diatas, maka kualitas sekolah dapat menjadi salah satu tolok ukur yang dapat dipergunakan sebagai kriteria seleksi, kualitas sekolah dapat dilihat berdasarkan beberapa acuan, misalnya akreditasi dan jenis kelas, maupun berdasarkan sejarah prestasi akademik alumni sekolah bersangkutan. Selain hal tersebut, tentu saja kita dapat menggunakan prestasi akademik siswa pelamar yang telah direkomendasikan Guru, dengan melaksanakan analisis mata pelajaran sesuai kebutuhan. Lalu dapat pula dipergunakan prestasi akademik lainnya, yang merepresentasikan aktifitas siswa pelamar dalam mengikuti berbagai kegiatan akademik selama menempuh jenjang pendidikannya. Dengan penetapan kriteria seleksi yang tepat tujuan seleksi akan dapat dicapai dengan mudah.

Sumber : Unsri
Read More...

| 0 comments ]

Universitas Sriwijaya (Unsri) Pelembang dalam 2 tahun terakhir secara perlahan namun pasti, dilandasi dengan rasa percaya diri terus berusaha menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Webometrics. Prestasi yang diraih ini tidaklah mudah dan serta merta terwujud. Butuh kerja keras dan dukungan seluruh sivitas akademika untuk dapat meraih peringkat 11 di Indonesia, peringkat 30 Asia Tenggara, dan peringkat 1026 dunia, diantara 12.000 perguruan tinggi dunia, dalam tabel berikut disajikan perkembangan peringkat webometrics situs Unsri.

Periode Penilaian Rangking Indonesia Rangking Asean Rangking Dunia
Juli 2008n/a n/an/a
Januari 2009 37 >100 5.500
Juli 200929 >100 4.568
Januari 20101570 2.337
Juli 201015 60 2.087
Januari 2011 11 301,026

Dukungan Rektor yang memiliki kepedulian yang sangat tinggi akan pentingnya peranan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam menunjang proses penyelenggaraan pendidikan tinggi merupakan modal awal yang sangat besar bagi tim pengelola dan pengembangan TIK di Universitas Sriwijaya untuk dapat mewujudkan cita-cita bersama menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, Asean, bahkan Dunia.

Untuk mencapai peringkat terbaik, ada beberapa parameter yang mempengaruhi peringkat universitas di Webometrics yaitu:

Visibility, merupakan parameter yang memiliki proporsi paling besar, yaitu 50% dari keseluruhan nilai. Visibility merupakan banyaknya external inlink atau link masuk yang berasal dari domain web lain ke domain web universitas yang bersangkutan.

Size, merepresentasikan banyaknya halaman yang terindeks oleh mesin pencari seperti Google, Yahoo, Live/Bing, Exalead, AltaVista, Ask.Com. Proporsi untuk Size dari nilai keseluruhan sebesar 20%.

Rich File, merepresentasikan banyaknya rich file format yang terindeks di Google yang berasal dari suatu situs universitas. Format file yang dihitung adalah Portable Document Format (.pdf), PostScript (.ps), Word Document (.doc atau .docx), dan PowerPoint Document (.ppt atau .pptx). Proporsi untuk rich file sendiri sebesar 15% dari keseluurhan.

Scholar, berisi banyaknya paper, jurnal, makalah, hasil riset, tulisan ilmiah lain yang berasal dari situs suatu universitas yang ada di Google Scholar. Scholar memiliki proporsi 15% dari keseluruhan nilai nantinya.

Dalam tabel berikut disajikan perkembangan ke-empat parameter tersebut dalam dua periode penilaian, yaitu

Rangking duniaSize Visibility Rich Files Scholar
2.087 2.574 4.095 2.473 291
1.026 971 2.444 1.314 236

Sebagai gambaran, dalam tabel berikut ini disajikan perkembangan ke-4 parameter bagi 15 perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Nama Universitas (rank Ind. before)

Rangking Dunia Size Visibility Rich Files Scholar
1.Universitas Gadjah Mada (2) 583 501 815 1.152 71
2.University of Indonesia (3) 599 438 969 634 11
3.Institute of Technology Bandung (1) 770 444 908 919529
4.Airlangga University (8) 1.000 1.084 1.223 521 301
5.Diponegoro University (9) 1.004 558 2.477 1.780 15
6.Petra Christian University (5) 1.007 308 2.295 802 399
7.Gunadarma University (4) 1.010 646 1.510 686 486
8.Andalas University (28) 1.015 2.234 1.590 639 170
9.Inst. Teknologi Sepuluh Nopember (7) 1,017 1.029 1.506 1.883 41
10.Universitas Negeri Malang*(12) 1.018 1.958 1.495 1.080 83
11.Universitas Sriwijaya (15) 1.026 971 2.444 1.314 236
12.Univ. Muhammadiyah Surakarta (25) 1.041 1.647 4.340 1.952 21
13.Universitas Sumatera Utara (19) 1.056 1.633 3.049 2.546 28
14.Bogor Agricultural University (6) 1.204 1.830 1.075 1.530 1.204
15.Universitas Islam Indonesia (11) 1.217 1.565 1,707 3,556 232

Dari tabel di atas, terlihat bahwa Unsri masih memiliki peluang yang sangat besar untuk dapat meningkatkan peringkatnya. Untuk itu, diperlukan upaya bersama dari seluruh civitas akademika Unsri. Beberapa usaha yang dapat dilakukan, yaitu: meningkatkan jumlah karya ilmiah dosen dan atau mahasiswa yang dapat dipublish di repository eprint.unsri.ac.id., memperbanyak ilink n link antar situs, dan meningkatkan halaman terindeks oleh google.

Read More...

| 0 comments ]

Hari rabu, tanggal 25 Januari 2012, Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UNSRI kedatangan tamu dari School of Computing and Mathematic Sciences, Auckland University of Technology (AUT), New Zealand bernama Leo Hitchcock, M.Ed (Hons). Beliau adalah programme leader dan collaborative provision yang ingin menjalin kerjasama dengan UNSRI. Pertemuan antara AUT dan UNSRI dihadiri oleh para dosen dari Fakultas Ilmu Komputer dan Fakultas Kesehatan Masyarakat UNSRI. Agenda pembahasan adalah mencari peluang kerjasama antara kedua belah pihak dalam hal akademik dan penelitian. Peluang - peluang tersebut adalah penjajakan dibukanya program double degree atau bi-lingual untuk program S1, penawaran beasiswa bagi para dosen yang ingin melanjutkan kuliah S2 maupun S3 di AUT serta kerjasama penelitian sesuai bidang keilmuan. Hasil yang diperoleh dari pertemuan tersebut diharapkan membawa nilai positif bagi kedua belah pihak untuk dapat meningkatkan proses ini sehingga dapat diwujudkan dalam bentuk MoU.

Selain itu, Leo Hitchcock, M.Ed (Hons) mengadakan kuliah umum kepada para mahasiswa Fasilkom UNSRI. Tema yang diangkat dalam kuliah umum tersebut adalah "IT Science and Service Oriented Computing" yang dihadiri lebih dari 100 mahasiswa. Dikuliah umum, beliau memberikan gambaran bahwa service science, cloud computing dan service-oriented computing adalah sektor yang tengah berkembang dilihat dari mulai adanya permintaan lulusan berpengetahuan dan trampil di bidang tersebut. Antusiasme dari para mahasiswa sehingga berlangsung diskusi untuk menggali informasi lebih banyak tentang IT Science and Service Oriented Computing.
Read More...

| 0 comments ]

The idea to have a college in South Sumatra has been around since the early 1950s, triggered in an occasion of Independence day celebration reception on August 17, 1952. Initiated by several community leaders, was transformed into an agreement to form a "Committee of South Sumatra Fakultet". Towards the end of August 1952, with a variety of considerations, determined that the first one to be established is the economics faculty. For that formed "Committee for Economic Fakultet South Sumatra" which is managed by a foundation that was established on 1 April 1953 under the name "Foundation of Higher Education Syakhyakirti".

Opening Fakultet Economic officially under Syakhyakirti Foundation of Higher Education was held on October 31, 1953 in a ceremony attended by Mr. Hadi, Secretary General of Ministry of Education and Culture Teaching (KDP), Drg. M. Isa (Governor of South Sumatra), Bambang Utoyo (TT II Commander of Srivijaya) and Ali Gathmyr (Chairman of the Parliament of South Sumatra).

Efforts to complete college in South Sumatra was continued by the Foundation of Higher Education Syakhyakirti by establishing the Faculty of Law Implementation Committee. On 1 November 1957, coinciding with the celebration of the Fourth Anniversary of the Faculty of Economics, diresmikanlah faculty with the name 'Faculty of Law and the Knowledge Society ".

Development then continued with the help of Territorial II Sriwijaya Military Authorities that provide financial assistance transform and establish a permanent building Syakhyakirti Foundation of Higher Education in the Big Hill (now Unsri Hill Campus). First stone laying ceremony took place on October 31, 1957

The next effort is penegerian colleges that already exist such. With the persistent struggle of public figures when it's South Sumatra, among others, Colonel Aaron Sohar (Commander as Chairman Paperda TT II / Srivijaya) and A. Bastari (Governor), amsih existing barriers to the establishment of state universities in Palembang could be addressed. A delegation was sent to Jakarta in December 1959 met the Minister of KDP (Mr. Moh yamin) managed to obtain guarantees government's willingness to take over college Syakhyakirti became a state university. With the Government Regulation no. 42 of 1960 dated October 29, 1960 (No. Lambaran of 1960. 135) finally stood inaugural University of Sri Vijayan conducted on November 3, 1960 in charter signing ceremony by President Sukarno, witnessed by Minister of KDP (Mr. Priyono) and some of the Ambassador friendly countries. As the first President of the University appointed Drg. M. Isa who was appointed by Presidential Decree. 696 / M of 1960 dated 29 Okober 1960

To meet the demands of development, Unsri then plan the addition of campus, beyond the existing Bukit Besar, by freeing the land area of ​​712 hectares, in Indealaya, Komering Ogan Ilir regency (Now Ogan Ilir-OI), in 1982. Construction of a new campus was started in 1983 with financial support Asian Development Bank (ADB), which physically started in 1989 and ended on December 31, 1993. South Sumatra Governor Ramli Hasan Basri H gave his inaugural lecture marks the beginning of new academic activities on campus this Inderalaya on September 1, 1993. Utilization of facilities at the Campus Inderalaya fully implemented by the Decree of the Rector in January 1995 which stipulated that as of the date of February 1, 1995 all administrative activities and most of the academic activities held at the Campus Inderalaya. Campus Inauguration of new real Unsri Indralaya held on March 6, 1997 by President Soeharto.

Vision and Mission of the University of Srivijaya

One of the goals of higher education is to produce graduates who can carry out development in accordance with national development needs. Because the needs of national development is not something static, meaning will always change according to changing regional and global situation, the college also required to constantly change and adapt to changing needs and development, as well as adjust to developments in science, technology, art and information world. This is a major challenge facing higher education Indonesia entered the XXI century, which will be preceded by the era of free competition and market keterbukaaan regional (ASEAN Free Trade Area: AFTA) and the subsequent free competition and market openness Asia Pacific (Asia Pacific Economic Corporation: APEC ) in 2020.

Wind "Market Openness" is seen starting to touch Unsri. Demand for education in Unsri from prospective students abroad began to seem to increase in recent years. This is an exciting phenomenon that was also a challenge. "Encouraging", because it has began to be calculated as Unsri college qualified for the demand by prospective students from abroad. "Challenges", because it requires consideration of revisions, enhancement and institutional development in all aspects so that the academic standards Unsri really equivalent to universities abroad, at least in the region.

In the XXI century universities in Indonesia, including Unsri have should be able to produce graduates who are more qualified and able to play a role in the global community. It is demanding an increase in the number, quality and academic and non academic facilities in line with efforts to improve the administration and organizational management. In an effort to prepare themselves to face the challenges of the XXI century, the Unsri has conducted an internal environmental assessment to see strength (Strength) and weaknesses (Weakness), and external environmental assessment to see opportunities (Oppurtunities) and challenge (threat) that will be encountered. From this SWOT assessment formulated vision, mission and purpose Unsri face XXI century.

VISION UNSRI

Vision Sriwijaya University in 2020 is "The University of Srivijaya in the second decade of the 21st century is a university in Indonesia termuka research-based, have advantages in various branches of science, particularly in the field of natural resource development, to produce a human being devoted to God Almighty God, quality, have a certain height, cultured, vibrant scientific, and control and be able to use science, technology, information, and the arts to improve the welfare of mankind ".

MISSION UNSRI

To realize its vision, mission Unsri set as follows:

1. Organize, foster and develop higher education in an effort to produce well-educated man who can apply, develop and / or creating science and technology and / or art;
2. organize, foster and develop higher education in order to generate empirical knowledge, theories, concepts, methodologies, models, new information on the new way of working, which enrich science and technology and / or art;
3. organize, foster and develop community services by applying knowledge in an effort to contribute to the betterment of society; and
4. modern higher education organized and efficient.

PURPOSE UNSRI

1. Produce graduates who are qualified and independent according to the needs of the community;
2. produce educated and trained personnel are skilled and reliable to support the development of the nation;
3. generate empirical knowledge, theories, concepts, methodologies, models, or new way of working that will enrich science, technology and art;
4. produce a reliable leading technology, and proven production techniques and appropriate for public use;
5. produce a study of art, works of art and organizing activities to enhance the aesthetic artistry of the nation;
6. increasing role as a center for the development and interpretation of science, technology, information, arts and sports;
7. increasing active role in helping governments and communities through relevant institutions in Unsri; and
8. improve the performance of relevant, accountable, integrated, sustainable and efficient in implementing the autonomy of universities.

STRATEGY AND DEVELOPMENT TOWARDS UNSRI 2020

By considering a major strategic issue nationally and is associated with the results of internal and external environmental studies, development strategies are implemented didapatlah Unsri towards Vision 2020, as follows:

1. Unsri development as a center of education;
2. Unsri development as the central revenue, storage and penyebarluas science, technology, art and information for the community;
3. institutional and organizational development;
4. human resources development;
5. development of student affairs;
6. development of cooperation with business, industry, agencies and universities at home and abroad;
7. campus development.

Development strategy above is poured into the various development programs which basically consists of three main program development, as follows:

1. Parent program mapping the higher education system.
2. Parent program relevance and quality improvement.
3. Parent program equity of access higher education.

Read More...