Showing posts with label UNPAD. Show all posts
Showing posts with label UNPAD. Show all posts

| 0 comments ]

Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pencapaian Tridharma Perguruan Tinggi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unpad melakukan kerja sama dengan Dinas Hidrografi dan Oseanografi (Dishidros) TNI AL terkait pendidikan, pelatihan dan penelitian di bidang hidrografi dan oseanografi kelautan. Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilakukan oleh keduabelah pihak, yaitu oleh Dekan FPIK, Dr. Ir. Ayi Yustiati, M.Sc dan Kepala Dishidros TNI AL, Laksamana Pertama TNI Toto Permanto. Kerja sama ini juga merupakan tindak lanjut dari Momerandum of Understanding (MoU) yang telah dilakukan antara Unpad dan TNI AL pada Agustus 2011 silam.

Acara penandatanganan perjanjian kerja sama ini diselenggarakan di ruang sidang, gedung Dekanat FPIK, kampus Unpad Jatinangor, Rabu (11/04). Laksamana Pertama TNI Toto Permanto yang datang bersama rombongan staf Dishidros disambut langsung oleh Dekan FPIK berserta jajaran. Selain itu nampak hadir pula anggota senat, para guru besar, dosen dan perwakilan mahasiswa FPIK Unpad dalam acara tersebut.

Ayi dalam sambutannya usai penandatanganan mengungkapkan bahwa jalinan kerja sama lima tahun kedepan ini tentu dapat sangat membantu FPIK Unpad dalam peningkatan pencapaian tridharma yang merupakan tugas utamanya. Tujuan besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa memang menuntut FPIK untuk aktif menjalin kerja sama dengan institusi lain termasuk Dishidros TNI AL. Dirinya berharap melalui kerja sama ini nantinya FPIK Unpad dapat memenuhi ekspektasi publik akan lulusan yang berketerampilan dan bernilai lebih termasuk dalam bidang hidrografi dan oseanografi kelautan.

“Semoga ini jadi berkah buat kita semua terutama anak-anak (mahasiswa) kita. Toh ini juga bukanlah yang pertama kali. Kita sudah lama saling berhubungan sebelumnya walaupun tidak formal,” ujarnya.

Beberapa kemungkinan tindak lanjut dari kerja sama ini disampaikan oleh Ayi diantaranya penelitian dengan tema tertentu yang disesuaikan dengan Dishidros dan FPIK Unpad melalui pendanaan dari Dikti atau melakukan kegiatan bersama terkait pengadian kepada masyarakat di wilayah pesisir yang saat ini tengah dilakukan oleh FPIK. Beberapa yang telah lama berlangsung selama ini diantara keduanya adalah kegiatan magang dan penelitian mahasiswa FPIK Unpad.

“Sedangkan untuk pendidikan, kendati kami belum membuka pascasarjana untuk kelautan, di Unpad ada beberapa studi terkait kelautan, diantaranya geologi kelautan atau hukum laut yang mungkin bisa menjadi alternatif lain,” tambah Ayi.

Toto dalam kesempatannya juga mengucapkan terima kasih karena diberi kesempatan untuk dapat melakukan kerja sama dengan FPIK. Dishidros TNI AL secara jelas menyatakan kesiapannya membantu FPIK dalam upaya peningkatan sumber daya manusia baik berupa penelitian dan pendidikan. Toto berharap FPIK dapat membantu Dishidros dalam mengembangkan ilmu pengetahuan bidang hidrografi dan oseanografi kelautan terutama terkait software yang sangat cepat perkembangannya.

“Peningkatan sumber daya manusia juga menjadi bagian dari tugas kami. Ini demi kepentingan nasional. Kami siap membantu. Semua fasilitas yang ada bisa kita manfaatkan bersama. Sebagai contoh, kami menyediakan peta-peta dan kapal-kapal survei yang tentu berguna untuk penelitian kelautan,” tuturnya.

Ketua program studi kelautan FPIK Unpad, Ir. Indah Riyantini, Msi., mengaku menyambut baik dengan adanya kerja sama ini terlebih Dishidros merupakan salah institusi yang sangat dibutuhkan oleh para mahasiswa FPIK karena terkait bidang kelautan. Kendati selama ini telah ada beberapa mahasiswa jurusan kelautan FPIK yang melakukan penelitian di sana, Indah berharap akan ada lebih banyak lagi nantinya.

“Kita sangat membutuhkan fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang pendidikan seperti terkait praktek kerja lapangan yang tidak mungkin dilakukan di dalam kelas. Selama ini mahasiswa kita sebenarnya sudah banyak yang penelitian disana,” kata Indah.
Read More...

| 0 comments ]

Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil meraih 1st Best Memorial dan 5th Oral Round di ajang The Indonesian National Round of 2012 Philip C. Jessup International Law Moot Court Competition yang diselenggarakan di Universitas Padjajaran Bandung 3-5 Februari 2011 lalu.

Capaian prestasi tersebut diraih oleh tim USU yang beranggotakan Paulina Tandiono, Yuthi Sinari, Michael Timothy, Abdul Aziz Alsa, Diana Wijaya, Henjoto, Jennifer, Herbert, dan Andi Putra. Mereka berhasil menyisihkan kompetitor mereka yang berasal dari 17 Perguruan Tinggi di Indonesia diantaranya dari Unair Surabaya, Unibraw Malang, UGM Jokjakarta, UI Jakarta, UII Jokjakarta, Unika Atma Jaya Jakarta, Unpar Bandung, UKSW Salatiga, UPH Jakarta, Ubaya Jakarta, Untar Jakarta, dan Usakti Jakarta Unhas Makasar, Unsrat Manado, USU Medan, dan Unika De La Salle Manado.

Rektor USU Prof. Syahril Pasaribu didampingi Pembantu Rektor I Prof. Zulkifli Nasution, Pembantu Rektor II Prof. Armansyah Ginting, dan Pembantu Rektor III Prof. Eddie Marliyanto, serta Pembantu Rektor IV Prof. Ningrum Natasya Sirait yang sekaligus sebagai dosen pembimbing tim USU menyambut tim FH USU di ajang kompetisi tersebut di ruang kerjanya, Rabu (15/2), di gedung Biro Rektor BPA USU lantai III. Dalam kesempatan itu, rektor mengungkapkan rasa bangganya kepada tim FH USU atas prestasi yang diraih. Beliau berharap prestasi tersebut juga dapat diraih pada kompetisi yang lain baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga nama USU akan tetap harum dan diperhitungkan dalam setiap perlombaan oleh universitas lain di dalam atau di luar negeri.

Jessup Competition kali ini mengambil kasus The Republic of Aprophe v. The Federal Republic of Rantania The Case Concerning the Temple of Mai-Tocao. Kasus ini serupa dengan kejadian di Preah Vihear Temple, yang melibatkan Kamboja dan Thailand. Mahkamah Internasional sendiri telah memberikan putusan atas sengketa Preah Vihear Temple pada tahun 1962, dan memenangkan Kamboja. Philip C Jessup International Law Moot Court Competition (http://www.ilsa.org/jessuphome) adalah salah satu kompetisi peradilan semu terbesar dan paling bergengsi di dunia, yang telah diadakan sejak tahun 1959, dan melibatkan ratusan fakultas hukum top dari berbagai negara di dunia. Pemenang national round akan mewakili Indonesia untuk bertarung di Washington DC pada 25-31 Maret 2012.
Read More...

| 0 comments ]

Up to May 2009, the student body of Unpad is 43,519 students consisted of 1,346 Doctoral students, 2,027 Master students, 843 Specialist students, 1,057 Professional students, 30,036 undergraduate students, 7,670 Diploma (D-3) students and 240 Diploma (D-4) students. Among them, 10.612 are new students of 2008/2009 intake. Number of graduates in the third Inauguration of academic year of 2008/2009 was 2,224 graduates, makes total of graduates of 167,159

In the third Inauguration of academic year of 2008/2009, graduates finished their study in 7.10 semesters for D-3 program, 9.60 semesters for undergraduate program, 5.87 semesters for master program, and 7.86 semesters for doctorate programs.

Advisory Board
• Governor of West Java Province (ex Officio)
• Chairman of House of Representative of West Java Province (ex Officio)
• Mayor of Bandung (ex Officio)
• Head of Unpad Alumni Association (ex Officio)
• Dr. (HC) Ir. Burhanuddin Abdullah, M.A.
• Ir. Iwan Abdul Rachman
• Prof. Dr. H. Jusuf Anwar, S.H., M.A.
• Prof. Dr. Wiranto Arismunandar
• Dra. Popong Otje Djundjunan
• KH. Dr. H. Miftah Faridl
• Ir. H. Yudi Guntara Noor
• Moh. S. Hidayat
• Dr. Ir. Kusmayanto Kadiman
• Prof. Dr. Ir. Ginanjar Kartasasmita
• Noke Kiroyan, B.A., S.Sos., Grad., Dipl.
• Prof. Dr. Muladi, S.H.
• Dr. Sapta Nirwanda
• Drs. Jahja Santoso, Apt.
• Dr. H. Subrata, Drs., M.H.
• H. Paskah Suzetta, M.H.
• Letjen. (Purn) Solihin G.P.
• H. Syafik Umar
• Ir. Racmat Witoelar

The Senate

Chairman : Rector of Unpad (Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA)
Secretary: Prof. Dr. Johan S. Mansyur, dr., Sp.PD-KE.,Sp.KN
Members : 219 persons

Brief History

Unpad was established based on the initiative of prominent society members of West Java who eager to have an higher institution at which young generation of West Java can be prepared for serving as future leaders.

After a thoroughful processes, on the 11th of September 1957, Unpad was established through the Government Regulation No. 37 of 1957 and officially opened by the President Soekarno on the 24th of September 1957.

At the time of its establishment, Unpad had only four faculties, but now it has developed to be one of the leading higher educational institutions in Indonesia with 16 faculties and a Postgraduate Program. The programs offered are Doctoral Programs consists of 9 study programs, Master Programs consists of 19 study programs, 2 Specialist Programs, 5 Professional Programs, and Undergraduate Programs consists of 44 study programs, 32 study programs of Diploma (D III) and one Diploma IV study program. In addition, Unpad also has the Research and Community Service Institute to facilitate research and community service activities.

The Vision, Mission and Goals

The Vision of Unpad:
“To be an excellent university in providing world class education”.

The Missions of Unpad:

1. To carry out education (teaching, research, and development of sciences and community services) that able to fulfil stakeholders needs.
2. To carry out higher education that internationally competitive and relevant to the needs of stakeholders in order to advance intellectual development and community prosperity.
3. To carry out professional and accountable management of education to elevate the institution image.
4. To produce academic individual who concern to the greatness of local and national cultural values in the diversity of world cultures.

The Goals of Unpad:

1. To reach enhancement of equal and broad community access in gaining higher education.
2. To reach excellence of institution and study programs in developing sciences and cultures.
3. To build conducive academic atmosphere in conducting teaching, research, and community services.
4. To develop and integrate utilization of information technology in enhancing quality of services that suitable to the public needs.
5. To develop cooperation with other education institutions.
6. To develop accountable and legitimate institutional management.
7. To arrange integrated finance management system and to achieve autonomous financial resources in reaching out stability of education management.
8. To develop excellent institutional image based on glorious tradition and work excellence.
9. To create Unpad as a cultural center of the typical of Sundanese culture in gaining international competitiveness.

In addition, Unpad has a Basic Scientific Pattern entitled Nurturing Law and Environment in National Development that guides civitas academica in reaching out the Vision and Mission.

Management Of University

Rector:
Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA.
Email : rektor@unpad.ac.id
Website: http://ganjarkurnia.unpad.ac.id

Vice Rector for Academic Affairs:
Prof. Dr. Husein Hernadi Bakti
Email : pr1@unpad.ac.id

Vice Rector for General Administration and Finance:
Prof. Dr. Rina Indiastuti
Email : pr2@unpad.ac.id

Vice Rector for Student Affairs
dr. Trias Nugrahadi, Sp. KN
Email : pr3@unpad.ac.id

Vice Rector for Cooperation:
Prof. Dr. Tb. Zulrizka Iskandar, S.Psi., M.Sc.
Email : pr4@unpad.ac.id

Vice Rector for Planning, Information System and Supervision:
Prof. Ir. Tarkus Suganda, M.Sc., Ph.D
Email : pr5@unpad.ac.id

Bureaus

Head of Bureau of Academic Administration:
Isis Iswansyah, SH, MH. CN

Head of Bureau of General Administration:
Drs. Lili Permadi., M.Si.

Head of Bureau of Financial Administration:
Dra. Hj. Tjahjawati, M.H.

Head of Bureau of Student Administration:
Herdis Chandra Poernama, S.E., M.M.

Head of Bureau Administration of Planning and Information System:
Drs. Sudarma, M.M.
Read More...

| 0 comments ]

New admissions Padjadjaran University, Academic Year 2011/2012 consisted of level DIII, DIV, S1, S1 origin D3, S2, and S3 Profession. As the implementation of Decree No. Minister of National Education. 34 In 2010, about a New Level of Graduate Admissions, Unpad impose two reception systems. First, through the selection of the entire State University under the name National Selection State University (SNMPTN) and a second, independent selection by the name Unpad Padjadjaran University Entrance Selection (SMUP). As for the acceptance of other educational levels only done independently through Padjadjaran University Entrance Selection (SMUP).

Especially for prospective applicants SMUP S1, Unpad use a different system to that applied in 2010. The difference mainly lies in that; SMUP 2011 using the results of written examination SNMPTN 2011 as a selection tool. Thus;

1. Prospective applicants SMUP 2011 S1 must be registered as a participant SNMPTN 2011 Written Exam pathway.
2. Applicant SMUP 2011 S1 does not have to implement a written exam.


Sources and other information, please visit the following page:
http://smup.unpad.ac.id
Read More...