Showing posts with label Snmptn. Show all posts
Showing posts with label Snmptn. Show all posts

| 0 comments ]

Meskipun pengumuman kelulusan SMA (dan MA) serta SMK masih jauh dilaksanakan, direncanakan pada akhir Mei 2012, bahkan Ujian Nasional (UN)-nya sendiri belum dilaksanakan, tetapi pembicaraan tentang seleksi masuk ke perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah atau yang dikenal dengan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sudah mulai menghangat.
Pembicaraan tentang SNMPTN berkisar pada efektivitas model seleksi tersebut, keadilan bagi sekolah, keadilan bagi siswa, dan sebagainya, sampai dengan teknis pelaksanaan SNMPTN itu sendiri. Itu semua menunjukkan bahwa sampai sekarang ini PTN di Indonesia masih menjadi university of choice", maksudnya perguruan tinggi yang menjadi pilihan utama masyarakat. Kenapa? Karena SNMPTN merupakan satu-satunya pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh seluruh PTN dalam satu sistem yang terpadu dan diselenggarakan secara serentak.

Kepercayaan PTN
Sebagaimana dengan tahun lalu, SNMPTN tahun 2012 ini pun akan dilaksanakan melalui dua jalur, masing-masing adalah Jalur Undangan yang keputusannya didasarkan pada prestasi akademik siswa dan Jalur Ujian Tertulis dan Keterampilan yang keputusannya didasarkan pada hasil ujian tertulisnya itu sendiri. Di luar itu ada beberapa PTN yang menyelenggarakan Jalur Mandiri sesuai dengan karakter lembaga yang bersangkutan.
Pengertian prestasi akademik dalam SNMPTN Jalur Undangan adalah prestasi siswa selama menjalankan proses belajar mengajar di SMA atau SMK. Prestasi akademik ini sangat ditentukan oleh pendidik atau guru di sekolahnya masing-masing, hal ini menandakan adanya kepercayaan pihak PTN terhadap para pendidik SMA dan SMA khususnya serta terhadap lembaga SMA dan SMK-nya itu sendiri.
Kepercayaan ini harus dipegang teguh dan jangan sampai dikhianati, misalnya dengan memanipulasi nilai raport, nilai ujian harian, nilai ujian semesteran bahkan jangan sampai mendukung kecurangan dalam UN yang menyebabkan hasilnya tidak valid.
Kalau dilihat dari jumlah, siswa SMA dan SMK yang akan diterima melalui Jalur Undangan tidaklah sedikit, bahkan lebih banyak daripada Jalur Ujian Tertulis. Contoh riilnya UGM Yogyakarta pada tahun 2012 ini berencana menerima mahasiswa baru sebanyak 8.179 orang, dari jumlah ini sebanyak 4.172 atau 58 persen mahasiswa baru akan diterima melalui Jalur Undangan dan 3.467 atau 42 persen mahasiswa baru akan diterima melalui Jalur Ujian Tertulis. Sebagai catatan UGM Yogyakarta pada tahun ini tidak akan menerima mahasiswa baru melalui Jalur Mandiri.
Dari angka ilustrasi tersebut jelas sekali bahwa kuota mahasiswa baru melalui Jalur Undangan lebih besar daripada mahasiswa baru melalui Jalur Ujian Tertulis. Hal ini menunjukkan demikian besarnya kepercayaan PTN pada umumnya dan UGM pada khususnya yang diberikan kepada para guru SMA dan SMK dalam menentukan prestasi siswa.
Penentuan kuota SNMPTN Jalur Undangan didasarkan pada akreditasi yang disandang oleh SMA dan SMK yang bersangkutan, atau SNMPTN Berbasis Akreditasi. Konkretnya, sekolah yang terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah (BAN-S/M) boleh mengajukan 50 persen lulusannya, terakreditasi B sebanyak 30 persen, terakreditasi C sebanyak 15 persen, dan selebihnya 5 persen untuk sekolah yang belum terakreditasi. Sebagai catatan, tahun lalu "jatah" untuk sekolah yang terakreditasi B hanya 25 persen dan terakreditasi C hanya 10 persen.
Sangat Argumentatif
Penentuan kuota berbasis pada akreditasi yang disandang oleh SMA dan SMK yang bersangkutan tersebut, meskipun bukan hal baru, ternyata masih mengundang polemik. Ada pihak menganggap kebijakan tersebut sudah tepat tetapi di lain pihak berpendapat hal itu tidak tepat.
Terlepas dari polemik tersebut, kalau kita mengacu pada perundangan yang ada dan substansi akreditasi itu sendiri maka kebijakan penentuan kuota berbasiskan akreditasi sangatlah argumentatif.
Pasal 60 ayat (1) UU Sisdiknas secara eksplisit menyatakan akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan nonformal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Sementara itu Pasal 86 ayat (3) PP No 19 Tahun 2005 secara jelas menyatakan akreditasi merupakan bentuk akuntabilitas publik dilakukan secara objektif, adil, transparan dan komprehensif dengan menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Jelas sekali SMA dan SMK yang terakreditasi oleh BAN-S/M adalah sekolah yang satuan dan programnya dijamin layak secara hukum. Pada sisi yang lain status akreditasi A, B atau C diperolehnya dengan cara objektif, adil, transparan, komprehensif menggunakan instrumen dan kriteria yang mengacu pada SNP. Sebagai catatan akreditasi SMA melekat pada satuan pendidikan, sedangkan akreditasi SMK melekat pada program kejuruan, program studi, program keahlian atau apa pun namanya.
Dalam realitasnya selama ini pelaksanaan akreditasi oleh BAN-S/M menggunakan perangkat akreditasi yang telah dikukuhkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas). Perangkat ini terdiri dari empat bagian yang tidak terpisahkan, yaitu Instrumen, Petunjuk Teknis, Data Pendukung dan Teknik Penghitungan Skor Akreditasi.
Dengan logika status akreditasi A lebih tinggi daripada B, dan status akreditasi B lebih tinggi daripada C, maka wajarlah kalau kuota SMA atau program studi SMK yang terakreditasi A lebih tinggi (50 persen) daripada B (30 persen) dan lebih tinggi daripada yang terakreditasi C (15 persen).
Di samping sangat argumentatif, penentuan kuota SNMPTN Jalur Undangan yang berbasis kepada akreditasi sekolah juga secara langsung dan tidak langsung akan mendorong pihak sekolah mencapai status akreditasi yang maksimal, status A, yang berarti mendorong pihak sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya berdasarkan Standar Nasional Pendidikan yang telah menjadi acuan resmi kualitas pendidikan di Indonesia sekarang ini !!! q - c. (106-2012).

*) Prof Dr Ki Supriyoko SMU MPd, Direktur Pascasarjana Pendidikan UST Yogyakarta dan Anggota Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah.
Read More...

| 0 comments ]

Dalam rangka mewujudkan pendidikan yang memiliki kontribusi optimal bagi pembangunan bangsa, penerimaan mahasiswa baru dilakukan melalui sistem SNMPTN UGM dengan berbagai pertimbangan.

UGM telah delapan tahun menyelenggarakan Program Peningkatan Pertumbuhan Kepemimpinan Berkualitas. Alumni program ini mulai lulus tahun 2007 dan secara kontinyu tampil sangat memuaskan di berbagai lini karier baik di swasta, pemerintahan, maupun kemasyarakatan. Universitas Gadjah Mada (UGM) memutuskan untuk melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana hanya melalui sistem Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), yang terdiri dari:


1. SNMPTN Jalur Undangan

  1. Latar Belakang

    Program ini dibuka bagi seluruh lulusan SLTA/sederajat dengan tahun ijazah 2012, yang memiliki prestasi terbaik di kelas, di SLTA asalnya. Program ini dilaksanakan secara nasional melalui SLTA asal calon peserta, dengan menggunakan nilai Rapor SLTA atau sederajat, semester 3 s.d. semester 5. Jumlah calon mahasiswa yang dapat diterima melalui program ini pada masing-masing program studi dapat dilihat pada menu daya tampung. SNMPTN Undangan dilaksanakan dengan tujuan :

    • Mendapatkan mahasiswa baru yang mempunyai prestasi akademik tinggi di SLTA.
    • Memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa yang berprestasi akademik tinggi untuk memperoleh pendidikan tinggi.
    • Memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada sekolah untuk menjadi bagian pelaksana seleksi awal di tingkat sekolah.
    Mulai tahun 2012, Program Penelusuran Bibit Unggul Kerjasama Instansi dan Pemerintah Daerah diintegrasikan pada program SNMPTN Undangan ini.
  2. Ketentuan Umum
    1. Jalur undangan ialah mekanisme seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik tanpa ujian tertulis/keterampilan.
    2. Jalur undangan tidak termasuk jalur penelusuran minat dan bakat.
    3. Sekolah yang berhak mengikuti jalur undangan adalah sekolah yang diundang oleh Panitia SNMPTN. Daftar sekolah yang diundang dapat dilihat di laman resmi SNMPTN jalur Undangan (http://undangan.snmptn.ac.id).
    4. Sekolah yang belum masuk dalam daftar undangan, maka Kepala Sekolahnya dapat mengajukan permohonan resmi ke Ketua Panitia SNMPTN 2012 dengan menyertakan profil sekolah
    5. Siswa yang dapat mengikuti seleksi adalah siswa yang didaftarkan oleh Kepala Sekolah -nya.
  3. Persyaratan Sekolah
  4. Sekolah yang dapat mendaftarkan siswanya adalah SMA/SMK/MA/MAK Negeri maupun Swasta yang terakreditasi A, B, atau C dari BAN-SM dan/atau terdaftar pada database SNMPTN 2011.
  5. Persyaratan Siswa Pelamar
    1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas terakhir yang akan mengikuti UN pada tahun 2012.
    2. Memiliki prestasi akademik tinggi yang konsisten berdasarkan pemeringkatan oleh Kepala Sekolah, yaitu yang masuk dalam peringkat terbaik di sekolah pada semester 3, 4, dan 5 dengan ketentuan berdasarkan akreditasi (akreditasi sekolah untuk SMA dan MA atau akreditasi jurusan/bidang keterampilan untuk SMK dan MAK), yaitu:
      1. Akreditasi A : 50% terbaik konsisten di semester 3, 4, dan 5
      2. Akreditasi B, : 30% terbaik konsisten di semester 3, 4, dan 5
      3. Akreditasi C : 15% terbaik konsisten di semester 3, 4, dan 5
      4. Lainnya : 5% terbaik konsisten di semester 3, 4, dan 5
    3. Memperoleh rekomendasi dari Kepala Sekolah.
  6. Persyaratan Khusus Siswa Pelamar UGM
    1. Semua calon mahasiswa yang mendaftar pada SNMPTN Jalur Undangan yang memilih program studi di UGM harus mengisi dan menyerahkan Formulir Kesediaan Pembayaran SPMA, paling lambat pada tanggal 12 Maret 2012 pukul 16.00 WIB.
    2. Formulir Kesediaan Pembayaran SPMA yang telah diisi lengkap dikirimkan melalui kantor pos/faksimili/e-mail, atau diserahkan sendiri ke alamat:
    3. Direktorat Administrasi Akademik,
      Jl. Pancasila, Boulevard, Bulaksumur, Yogyakarta - 55281
      Telp. (0274) 551222, 6491808, 6491919.
      Fax. (0274) 552132.
      email: umugm@ugm.ac.id

    4. Siswa pelamar yang tidak menyerahkan Formulir Kesediaan Pembayaran SPMA pada tanggal yang telah ditetapkan, secara otomatis tidak diikutsertakan seleksi pada SNMPTN Jalur Undangan di UGM.
    5. Peserta dapat memeriksa status pengiriman Formulir Kesediaan Pembayaran SPMA melalui laman http://um.ugm.ac.id.


2. SNMPTN Jalur Ujian Tertulis

  1. Latar Belakang

    Sistem seleksi ini merupakan sistem ujian masuk perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan secara nasional, oleh sebuah panitia terpusat di Jakarta, yang ditunjuk oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), dan ditempatkan di kota-kota yang strategis dimana Perguruan Tinggi Negeri berada. Tujuan pelaksanaan SNMPTN 2012 - Jalur Ujian Tulis adalah untuk memilih calon mahasiswa baru yang mempunyai kemampuan akademik untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.

    Ujian tulis yang diselenggarakan dalam rangka Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri akan dilaksanakan secara serentak dan terpadu pada jam dan hari yang sama, dengan soal yang sama di berbagai PTN di Indonesia, sehingga peserta diharapkan dapat memilih lokasi yang terdekat dengan penyelenggaraan kegiatan seleksi tersebut. Tempat ujian tidak menjadi bahan pertimbangan dalam proses seleksi dan penentuan kelulusan seorang calon mahasiswa di perguruan tinggi negeri yang dipilihnya.

  2. Seleksi
    1. Lulus Ujian Nasional SLTA atau yang setara tahun 2010, 2011, dan 2012.
      Bagi lulusan tahun 2010 dan 2011, memiliki ijazah SLTA atau yang setara dan bagi lulusan tahun 2012 telah memiliki Surat Keterangan Lulus (SKL) dari Kepala Sekolah yang dilengkapi dengan pas foto yang bersangkutan dan dicap.
    2. Memiliki kesehatan yang memadai, sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di perguruan tinggi.
    3. Tidak buta warna dan/atau tuna daksa bagi program studi tertentu.
  3. Persyaratan Khusus Siswa Pelamar UGM
    1. Semua calon mahasiswa yang mendaftar pada SNMPTN Jalur Ujian Tulis yang memilih progran studi di UGM harus mengisi dan menyerahkan Formulir Kesediaan Pembayaran SPMA, paling lambat pada tanggal 6 Juni 2012 pukul 16.00 WIB.
    2. Formulir Kesediaan Pembayaran SPMA yang telah diisi lengkap dikirimkan melalui kantor pos/faksimili/e-mail, atau diserahkan sendiri ke alamat:

      Direktorat Administrasi Akademik,
      Jl. Pancasila, Boulevard, Bulaksumur, Yogyakarta - 55281
      Telp. (0274) 551222, 6491808, 6491919.
      Fax. (0274) 552132.
      email: umugm@ugm.ac.id

    3. Peserta dapat memeriksa status pengiriman Formulir Kesediaan Pembayaran SPMA melalui laman http://um.ugm.ac.id.
    4. Siswa pelamar yang tidak menyerahkan Formulir Kesediaan Pembayaran SPMA pada tanggal yang telah ditetapkan, diwajibkan membayar SPMA 4 bila lulus seleksi.
  4. Registrasi
  5. Siswa pelamar yang lulus Ujian Nasional, lulus ujian tertulis SNMPTN 2012, sehat, dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh UGM dapat melaksanakan registrasi sebagai mahasiswa UGM sesuai dengan jadwal yang akan diumumkan.



Jadwal Kegiatan SNMPTN-UGM 2012

Jalur Pendaftaran Pengumpulan Formulir SPMA Seleksi/Tes Pengumuman
SNMPTN Jalur Undangan
1 Feb - 8 Maret
12 Maret
-
25 Mei
SNMPTN Jalur Ujian Tertulis
10 - 30 Mei
6 Juni
12-13 Juni
7 Juli


Biaya Pendidikan Mahasiswa UGM Angkatan 2012
Jalur SNMPTN Undangan & SNMPTN Ujian Tulis


Penyelenggaraan program pendidikan di Perguruan Tinggi, termasuk UGM, memerlukan pembiayaan yang memadai untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas yang sudah dicapai sampai saat ini.

Untuk menghasilkan lulusan UGM yang berkualitas tinggi dan memiliki kepedulian untuk mengabdi pada kepentingan dan kemakmuran Bangsa diperlukan sumberdaya dan proses pembelajaran yang juga berkualitas tinggi.

Penerapan kebijakan subsidi silang biaya berkeadilan di UGM sejak tahun 2003 sudah memberikan hasil yang menggembirakan, yang terlihat pada meningkatnya jumlah penerima beasiswa dari waktu ke waktu, yaitu sebesar 7% dari total mahasiswa pada tahun 2003, menjadi 22,45% pada tahun 2007, dan 28% pada tahun 2011.

Biaya pendidikan yang menjadi tanggung jawab mahasiswa baru tahun akademik 2012/2013, sebagaimana yang sudah berlaku sejak tahun 2004, terdiri atas 3 (tiga) komponen berikut ini.
1. Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) : Rp. 500.000,00/semester
2. Biaya Operasional Pendidikan (BOP):
  • Program studi kelompok eksakta dan ilmu kesehatan : Rp. 75.000,00/sks/semester
  • Program studi kelompok non-eksakta : Rp. 60.000,00/sks/semester
3.

Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik (SPMA) :
SPMA merupakan sumbangan wajib dan dibayarkan satu kali pada waktu mahasiswa masuk. Besaran SPMA disesuaikan dengan kebutuhan Fakultas/Program Studi masing-masing dan ditentukan berdasarkan kemampuan ekonomi orang tua mahasiswa, yaitu:

  1. SPMA 0 (beasiswa Bidik Misi atau beasiswa UGM) untuk mahasiswa yang orang tuanya (bapak dan ibu) memiliki pendapatan ≤ Rp. 1.000.000,00
  2. SPMA 1 untuk mahasiswa yang orang tuanya (bapak dan ibu) memiliki pendapatan antara Rp. 1.000.001,00 hingga Rp. 2.500.000,00
  3. SPMA 2 untuk mahasiswa yang orang tuanya (bapak dan ibu) memiliki pendapatan antara Rp. 2.500.001,00 hingga Rp. 5.000.000,00
  4. SPMA 3 untuk mahasiswa yang orang tuanya (bapak dan ibu) memiliki pendapatan antara Rp. 5.000.001,00 hingga Rp. 7.500.000,00.
  5. SPMA 4 untuk mahasiswa yang orang tuanya (bapak dan ibu) memiliki pendapatan
    > Rp. 7.500.000,00

NO FAKULTAS/PRODI SPMA (dalam juta rupiah)
SPMA 1 SPMA 2 SPMA 3 SPMA 4
1. Biologi 5 10 20 20
2. Ekonomika dan Bisnis
- Ilmu Ekonomi 10 15
20 40
- Manajeman 10 15
20 50
- Akuntansi 10 15
20 50
3. Farmasi 10 15 20 40
4. Filsafat 5 8 10 10
5. Geografi 5 10 20 20
6. Hukum 5 10 20 30
7. Ilmu Budaya 5 10 15 16
8. Ilmu Sosial dan Politik
- Manajemen dan Kebijakan Publik 10 15 20 40
- Ilmu Hubungan Internasional 10 15 20 40
- Ilmu Komunikasi 10 15 20 40
- Sosiologi 5 10 15 30
- Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan 5 10 15 30
- Politik dan Pemerintahan 5 10 15 30
9. Kedokteran
- Pendidikan Dokter 10 15
20 100
- Ilmu Keperawatan 10 15
20 40
- Gizi Kesehatan 10 15
20 40
10. Kedokteran Gigi
- Kedokteran Gigi 15 20 20 60
- Ilmu Keperawatan Gigi 5 10 20 35
11. Kedokteran Hewan 5 10 20 20
12. Kehutanan 5 10 20 20
13. MIPA


- Matematika 5 10 20 20
- Statistika 5 10 20 20
- Ilmu Komputer 7 15 20 40
- Fisika 5 10 20 20
- Geofisika 5 10 20 20
- Elektronika dan Intrumentasi 7 15 20 20
- Kimia 5 10 15 20
14. Pertanian 5 10 20 20
15. Peternakan 5 10 20 20
16. Psikologi 5 10 20 40
17. Teknik
- Arsitektur 5 10
20 35
- Perencanaan Wilayah dan Kota 5 10
20 30
- Teknik Elektro 5 10
20 40
- Fisika Teknik 5 10
20 30
- Teknik Nuklir 5 10
20 30
- Teknologi Informasi 5 10
20 40
- Teknik Geodesi 5 10
20 30
- Teknik Geologi 5 10
20 30
- Teknik Kimia 5 10
20 40
- Teknik Industri 5 10
20 40
- Teknik Mesin 5 10
20 40
- Teknik Sipil dan Lingkungan 5
10
20 40
18. Teknologi Pertanian 5 10 20 30


CATATAN :


  • Apabila calon mahasiswa telah diterima pada salah satu program studi di UGM kemudian mengundurkan diri maka dianggap melepaskan haknya sebagai mahasiswa S1 UGM selama 3 tahun pada semua program studi melalui program seleksi apapun.
  • Semua biaya yang telah dibayarkan ke UGM tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun. Oleh karena itu, sebelum melakukan pembayaran calon mahasiswa harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan orangtua/wali.
  • Semua program studi di UGM mensyaratkan mahasiswa bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA). Apabila ada mahasiswa UGM yang terbukti menggunakan dan/atau mengedarkan NAPZA, haknya sebagai mahasiswa UGM hilang.
  • Mahasiswa angkatan 2012/2013 tidak diizinkan membawa kendaraan bermotor (sepeda motor dan sejenisnya atau mobil) ke dalam kampus UGM.
  • Siapa pun, termasuk mahasiswa, yang berada di dalam kampus UGM dilarang merokok.


Daya Tampung SNMPTN-UGM 2012

NO FAKULTAS PROGRAM STUDI JALUR
UNDANGAN UJIAN TERTULIS
1 BIOLOGI BIOLOGI 110 110
2 EKONOMIKA DAN BISNIS AKUNTANSI 102 68
ILMU EKONOMI 54 36
MANAJEMEN 84 56
3 FARMASI FARMASI 160 60
4 FILSAFAT ILMU FILSAFAT 30 115
5 GEOGRAFI GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN 60 40
KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH 42 28
PEMBANGUNAN WILAYAH 42 28
6 HUKUM ILMU HUKUM 120 180
7 ILMU BUDAYA ANTROPOLOGI BUDAYA 20 40
ARKEOLOGI 15 35
BAHASA KOREA 10 20
ILMU SEJARAH 12 28
PARIWISATA 45 45
SASTRA ARAB 40 40
SASTRA INDONESIA 15 35
SASTRA INGGRIS 25 35
SASTRA JEPANG 15 15
SASTRA NUSANTARA 15 30
SASTRA PERANCIS 10 20
8 ISIPOL ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK) 36 44
ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL 41 34
ILMU KOMUNIKASI 41 34
ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI) 28 52
ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN) 36 44
SOSIOLOGI 26 49
9 KEDOKTERAN GIZI KESEHATAN 40 40
ILMU KEPERAWATAN 40 80
PENDIDIKAN DOKTER 110 115
10 KEDOKTERAN GIGI ILMU KEPERAWATAN GIGI 35 40
PENDIDIKAN DOKTER GIGI 90 62
11 KEDOKTERAN HEWAN KEDOKTERAN HEWAN 120 80
12 KEHUTANAN KEHUTANAN 125 125
13 MIPA ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI 57 38
FISIKA 51 34
GEOFISIKA 60 40
ILMU KOMPUTER 63 42
KIMIA 108 72
MATEMATIKA 48 32
STATISTIKA 48 32
14 PERTANIAN AGRONOMI 20 20
BUDIDAYA PERIKANAN 23 22
ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN 25 25
ILMU TANAH 20 20
MANAJ. SUMBER DAYA PERIKANAN 23 20
MIKROBIOLOGI PERTANIAN 15 15
PEMULIAAN TANAMAN 15 15
PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN 23 22
SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS) 40 35
TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN 25 20
15 PETERNAKAN ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN 90 140
16 PSIKOLOGI PSIKOLOGI 100 100
17 TEKNIK ARSITEKTUR 40 40
FISIKA TEKNIK 65 65
PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA 40 40
TEKNIK ELEKTRO 60 60
TEKNIK GEODESI 45 45
TEKNIK GEOLOGI 60 60
TEKNIK INDUSTRI 70 70
TEKNIK KIMIA 70 70
TEKNIK MESIN 70 70
TEKNIK NUKLIR 20 30
TEKNIK SIPIL 75 75
TEKNOLOGI INFORMASI 35 30
18 TEKNOLOGI PERTANIAN TEKNIK PERTANIAN 40 60
TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN 40 60
TEKNOLOGI PANGAN & HASIL PERTANIAN 60 40


Beasiswa Bidik Misi dan Beasiswa UGM

1. Diberikan kepada siswa tidak mampu secara ekonomi yang memiliki prestasi akademik unggul.
2. Calon peserta bidik misi terlebih dahulu harus mendaftar ke laman Bidik Misi (http://bidikmisi.dikti.go.id)
3. Calon peserta bidik misi yang dinyatakan memenuhi syarat oleh DIKTI akan memperoleh PIN untuk mendaftar SNMPTN Jalur Undangan setelah direkomendasi oleh Kepala Sekolah.
4. Apabila calon peserta tidak memenuhi syarat seleksi jalur undangan, maka PIN dapat digunakan untuk Mendaftar SNMPTN Jalur Ujian Tertulis.


Read More...

| 0 comments ]

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dinilai diskriminatif. Pasalnya, PTN memberikan porsi besar pada jalur undangan (nontulis) dalam seleksi masuk. Pengamat pendidikan Dharmaningtyas mengatakan, dengan semakin besar dibukanya akses jalur undangan untuk mengikuti seleksi, maka semakin mempersempit akses dan peluang masyarakat masuk PTN.

Selain itu, menurutnya, seleksi jalur nontulis itu juga belum memiliki kontrol yang kuat. “Ini kemunduran dari sisi akses masyarakat. Perekrutan dari jalur nontulis itu kontrolnya lemah. Potensi untuk merekrut calon mahasiswa yang memiliki kemampuan ekonomi yang tinggi lebih terbuka di jalur undangan atau mandiri,” ujarnya.

Perguruan tinggi negeri seharusnya dapat membuka akses yang sebesar-besarnya bagi seluruh calon mahasiswa dari berbagai kalangan. Karena itu, dia khawatir jika nanti jalur undangan justru hanya akan menghimpun calon mahasiswa dari kelas tertentu. “Ini bisa menjadi diskriminatif. PTN menjadi elitis,” imbuhnya.

Ia berpendapat, sistem seleksi seharusnya dikembalikan sebanyak-banyaknya ke dalam jalur tulis. “Selain membuka akses secara luas, seleksi prestasi juga akan tercapai,” ungkapnya.

Joki

Terkait dengan alasan kredibilitas SNMPTN yang mulai menurun akibat maraknya perjokian, Dharmaningtyas menilai pernyataan tersebut terlalu dangkal.

“Perjokian itu berapa kasus? Perjokian itu kasuistik, bukan sistemik, masih bisa diatasi. Jadi, jangan digeneralisasi dan dibesar-besarkan, apalagi dihubungkan dengan kredibilitas SNMPT jalur tulis,” tandasnya.

Kasus perjokian dan bocoran soal itu menjadi salah satu alasan mengapa PTN lebih mengutamakan jalur undangan ketimbang jalur tertulis. Ujian tertulis SNMPTN dianggap belum kredibel, karena masih rentan terjadi kecurangan.

Atas dasar itu, PTN lebih mengutamakan calon mahasiswa dari jalur undangan dibandingkan tulis, di mana calon mahasiswa langsung diundang oleh pihak kampus dan hasil Ujian Nasional (UN) menjadi alat kontrol nilai.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud Djoko Santoso mengatakan, ke depan jalur undangan akan semakin diperbanyak. Dia menampik anggapan bahwa jalur undangan dapat menimbulkan diskriminatif.

Sumber : Suara Merdeka
Read More...

| 0 comments ]

Calon mahasiswa Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) mulai 2012 akan diseleksi melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN). "Untuk tahun ini kuota penerimaan mahasiswa Unila bertambah karena adanya program studi baru, yakni Program Studi PAUD di FKIP Unila," kata Pembantu Rektor I Unila, Hasriadi Mat Akin, yang juga ketua panitia lokal SNMPTN diruang kerjanya, Kamis (26/1).
Hasriadi juga menyatakan untuk tahun ini Unila akan menerima 100 mahasiswa untuk pendidikan PAUD dan 150 mahasiswa program pendidikan kedokteran. "Sebelumnya kuota mahasiswa kedokteran 100 orang. Dengan adanya program studi PAUD dan bertambahnya kuota mahasiswa kedokteran, tahun ini kuota kami bertambah 150 orang dengan jumlah total yang diterima sekitar 4.100 orang," tambahnya.>
Read More...