| 1 comments ]

Proses pelaksanan Snmptn tahun 2012 belum selesai tetapi perbincangan mengenai bagaimana kiranya pelaksanaan Snmptn 2013 sudah menghangat. Mungkin ini merupakan kabar baik makin tingginya perhatian masyarakat dan pemerintah terhadap keberlangsungan proses rekrutmen calon mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri. Sebenarnya Snmptn 2012 pun sudah lebih baik dari sebelumnya, selain wujud kepatuhan kepada negara, juga SNMPTN 2012 mengemban nilai yang lebih mulia.
Berikut kami sampaikan perbincangan tentang Snmptn 2013 yang kami rekap dan kami analisis dari berbagai sumber terpercaya.


Pola SNMPTN

Pola seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri atau SNMPTN mulai tahun 2013 akan berubah. Selama ini 60 persen kapasitas kursi yang tersedia di PTN diisi melalui jalur undangan dan jalur ujian tulis. Pola baru seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri yang mulai tahun 2013 hanya lewat jalur undangan masih perlu pembahasan. Perlu kesepakatan antara pemerintah dan perguruan tinggi negeri, terutama soal kuota peserta sesuai akreditasi sekolah.

Seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) mulai tahun 2013 tidak ada lagi ujian tulis. Dari kapasitas kursi yang tersedia di perguruan tinggi negeri (PTN), minimal 60 persennya melalui jalur undangan, sedangkan 40 persennya melalui jalur mandiri.

Pada prinsipnya, PTN menyetujui pola baru SNMPTN. Pola ini dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih giat lagi. Sekolah pun terdorong untuk meningkatkan akreditasinya supaya kesempatan siswanya besar.

Kuota siswa yang boleh diajukan sekolah untuk ikut SNMPTN jalur undangan disesuaikan akreditasi sekolah. Pada tahun 2012, sekolah dengan akreditasi A bisa mengirim 50 persen siswa terbaiknya. Sekolah berakreditasi B bisa mengirimkan 30 persen siswa terbaiknya dan sekolah berakreditasi C bisa mengirimkan 15 persen siswa terbaiknya. Adapun sekolah baru yang belum terakreditasi hanya bisa mengikutsertakan lima persen siswa terbaiknya mengikuti jalur undangan.

Para siswa yang dicalonkan sekolah harus memiliki prestasi terbaik dan konsisten. Hal itu ditunjukkan dari nilai rapor yang konsisten pada semester 3, 4, dan 5, terutama pada mata pelajaran yang masuk dalam ujian nasional.

Akhmaloka, Rektor Institut Teknologi Bandung, yang juga Ketua Bidang Penerimaan Mahasiswa Baru Majelis Rektor PTN Indonesia, menambahkan, soal kuota berdasarkan akreditasi perlu dievaluasi lagi.

”Jangan sampai nanti pesertanya terlalu sedikit. Sebab, tiap PTN punya cara penilaian tersendiri. Apalagi, siswa berprestasi biasanya menyasar PTN favorit. Jangan sampai nanti, PTN yang biasa di daerah-daerah kekurangan peminat,” kata Akhmaloka.

Keputusan menerima calon mahasiswa lewat SNMPTN jalur undangan sepenuhnya diserahkan kepada PTN. Umumnya, tiap PTN telah memiliki data dan peta prestasi SMA/SMK yang dilihat dari prestasi lulusan yang sebelumnya diterima.

Ahli evaluasi pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) S Hamid Hasan mengatakan, SNMPTN jalur undangan memang lebih konsisten karena menilai calon mahasiswa lebih menyeluruh. ”Ke depan, ini bisa memacu siswa agar belajar setiap saat, tidak hanya ketika mau UN,” ujar Hamid. Ia mengingatkan agar siswa dari daerah terpencil dan pedesaan tetap diprioritaskan. Sebab, siswa di daerah terpencil umumnya belum mendapatkan fasilitas dan layanan pendidikan yang baik seperti di perkotaan, padahal mereka juga punya potensi akademik.

Perihal Penghapusan Jalur Ujian Tulis SNMPTN 2013

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan akan menghapus jalur ujian tulis pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada 2013. Latar belakang kebijakan ini, selain guna melakukan efisiensi waktu dan anggaran, juga sebagai pelecut untuk memperkokoh nilai rapor dan menguatkan kredibilitas Ujian Nasional (UN).

"Tujuannya adalah integrasi pendidikan nasional. Nantinya calon mahasiswa tak perlu lagi melaksanakan dua kali ujian untuk masuk ke perguruan tinggi. Setelah lulus UN, para siswa langsung bisa dipromosikan sekolah untuk mengikuti SNMPTN jalur undangan," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud, Djoko Santoso, Senin (2/4).

Kebijakan tersebut membuat seleksi nasional sebanyak 60 persennya melalui jalur undangan saja. Sebelumnya, kuota 60 persen ini dibagi dua dengan jalur ujian tulis. Sedangkan 40 persen seperti tahun-tahun sebelumnya diserahkan kepada tiap tiap-tiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

"Tahun ini jalur undangan sudah mencapai 35 persen. Oleh karena itu tahun depan diharapkan bisa 60 persen sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 34 tahun 2010," katanya.

Djoko juga berharap kebijakan ini dapat dijadikan pelecut lebih untuk mewujudkan nilai rapor dan nilai UN yang kredibel. Seperti diketahui, jalur undangan ditentukan oleh nilai rapor dan nilai UN yang dikombinasikan. "Jika sudah berjalan tentu kita harus percaya pada nilai rapor dan UN," ujarnya.

SNMPTN 2013 Digratiskan

Penghapusan jalur ujian tulis pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada 2013 akan meringankan beban anggaran pendidikan dan bakal digratiskan. Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Djoko Santoso, dengan penghapusan SNMPTN tak perlu lagi mencetak naskah soal dan jawaban ujian tulis tersebut.

Tahun lalu, anggaran untuk menyelenggarakan SNMPTN mencapai sekitar Rp 30 miliar. "Nantinya, kebutuhan anggaran yang awalnya dialokasikan untuk mencetak naskah soal dan jawaban SNMPTN akan digeser untuk keperluan lain. Salah satunya rencana menggratiskan pendaftaran SNMPTN mulai 2013," kata Djoko, Senin (2/4).

Terkait penggratisan pendaftaran SNMPTN 2013, rencananya pemerintah akan menutup 100 persen biaya operasional SNMPTN. "Semua menjadi lebih hemat karena tidak ada biaya cetak. SNMPTN akan gratis karena pemerintah yang membayarnya," kata Djoko.

Tahun-tahun sebelumnya, peserta SNMPTN selalu dikenai biaya pendaftaran. Pada tahun 2012, setiap peserta jalur undangan dikenai biaya pendaftaran sebesar Rp 175 ribu. Sedangkan untuk jalur ujian tulis setiap peserta dikenakan biaya Rp 150 ribu untuk kelompok IPS dan Rp 175 ribu untuk kelompok IPC (IPA + IPS).

SNMPTN Perlu Prioritaskan Siswa di Daerah Terpencil

Seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang diubah hanya lewat jalur undangan tahun 2013 nanti perlu memprioritaskan siswa di daerah terpencil yang umumnya miskin. Sebab, mereka mendapatkan layanan pendidikan yang belum baik, sehingga perlu ada keberpihakan dari pemerintah.

"Sekolah berakreditasi A atau B yang bisa berpeluang lebih banyak siswa ke SNMPTN undangan biasanya kondisi sekolah memang bagus. Umumnya itu di perkotaan. Jangan siswa di daerah terpencil yang sebenarnya berpotensi tidak diprioritaskan," kata pengamat pendidikan dan ahli evaluasi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) S Hamid Hasan, Minggu (1/4/2012).

Hamid mengatakan, SNMPTN jalur undangan memang lebih konsisten karena menilai calon mahasiswa lebih menyeluruh. "Ke depan, ini bisa memacu siswaSMA/SMK belajar setiap saat, tidak hanya ketika mau UN. Kalau soal mark up nilai, PTN sudah punya sistem untuk mendeteksinya. Ke depan harus terus dikembangkan," kata Hamid.

Namun, Hamid mengingatkan agar siswa dari daerah terpencil dan pedesaan tetap diprioritaskan. Sebab, siswa di daerah terpencil umumnya belum mendapatkan fasilitas dan layanan pendidikan yang baik seperti di perkotaan, padahal mereka juga sebenarnya berpotensi akademik yang baik.

"Mesti ada prioritas dan jaminan, siswa dari daerah terpencil yang juga miskin bisa terjaring. Akereditasi sekolah kan dilihat juga dari kondisi sekolah. Jangan mereka yang sebenarnya berpotensi jika diberi fasilitas dan layanan pendidikan yang baik, tersisihkan," ujar Hamid.

Amril Muhammad, Sekretaris Jenderal Asosiasi Cerdas Istimewa dan Berbakat Istimewa Nasional, mengatakan sebenarnya pemerintah tidak perlu mengutak-atik pola penerimaan SNMPTN jalur undangan dan tuis. "Yang tulis tetap perlu juga. Kasihan, anak-anak lain yang mau mencoba SNMPTN jadi terbatas. Peluang yang ada hanya bisa lewat jalur mandiri, yang artinya ya tetap untuk orang yang berduit," kata Amril.



1 comments

nabila octalia f. said... @ April 7, 2012 at 11:22 PM

jadi, nanti 2013 yg dilihat adalah nilai rapot dari semester 3,4,5 juga?? apakah nilai UN juga akan berpengaruh?

Post a Comment